
Buddha
Guru yang menjelaskan tahapan menuju realisasi kebenaran.
Khotbah kepada Caṅkī
Brahmana muda Kāpaṭhika bertanya bagaimana kebenaran dipelihara, ditemukan, dan akhirnya direalisasikan. Buddha membedakan keyakinan yang jujur dari klaim mutlak, lalu menguraikan perjalanan dari mencari guru hingga mengalami kebenaran sendiri. Inilah Caṅkī Sutta.

Guru yang menjelaskan tahapan menuju realisasi kebenaran.
Brahmana muda yang mengajukan pertanyaan paling mendalam dalam pertemuan itu.
Brahmana terpandang yang mengundang rombongannya menemui Buddha.
Desa brahmana tempat percakapan berlangsung.
Keyakinan boleh dipelihara dengan jujur, tetapi kebenaran harus didekati lewat penyelidikan, latihan, dan pengalaman langsung.
mn95:31.1 “Tetapi, Guru Gotama, apakah hal yang sangat membantu bagi seseorang yang memberikan perhatian?
mn95:31.2 Kami menanyakan kepada Guru Gotama tentang hal yang sangat membantu bagi seseorang yang memberikan perhatian.”
mn95:31.3 “Bagi seseorang yang memberikan perhatian, Bhāradvāja, menghormati adalah sangat membantu.
mn95:31.4 Jika ia tidak menghormati, ia tidak akan memberikan perhatian.
mn95:31.5 Tetapi karena ia menghormati, ia memberikan perhatian.
mn95:31.6 Oleh karena itu, bagi seseorang yang memberikan perhatian, menghormati adalah sangat membantu.”
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.