MN 95

Caṅkīsutta

Khotbah kepada Caṅkī

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn95:17.1 “Di sini, Bhāradvāja, seorang bhikkhu berdiam dengan bergantung pada suatu desa atau kota.

mn95:17.2 Seorang perumah tangga atau anak perumah tangga mendekatinya dan memeriksa tiga hal:

mn95:17.3 hal-hal yang menimbulkan keserakahan, hal-hal yang memicu kebencian, dan hal-hal yang mendorong kebodohan.

mn95:17.4 Apakah Yang Mulia ini memiliki sifat-sifat yang membangkitkan keserakahan, yang jika pikirannya dikuasai oleh sifat-sifat yang membangkitkan keserakahan itu, ia mungkin berkata—

mn95:17.5 ‘aku tahu’ padahal tidak tahu, atau berkata—

mn95:17.6 ‘aku melihat’ padahal tidak melihat, atau mendorong orang lain untuk melakukan apa yang akan menyebabkan kerugian dan penderitaan jangka panjang bagi mereka?’

mn95:17.7 Setelah menyelidiki mereka, ia mengetahui:

mn95:17.8 ‘Yang Mulia ini tidak memiliki sifat-sifat yang membangkitkan keserakahan, yang jika pikirannya dikuasai oleh sifat-sifat yang membangkitkan keserakahan itu, ia mungkin berkata—

mn95:17.9 ‘Aku tahu,’ atau tanpa melihat ia berkata—

mn95:17.10 ‘Aku melihat,’ atau ia menggerakkan orang lain untuk tujuan itu, yang bagi orang lain akan menjadi penderitaan dan ketidakbermanfaatan dalam waktu lama.

mn95:17.11 Akan tetapi, yang mulia ini memiliki perilaku jasmani dan perilaku ucapan seperti itu, yaitu seperti perilaku seseorang yang tanpa keserakahan.

mn95:17.12 Dan Dhamma yang diajarkan oleh yang mulia ini adalah Dhamma yang dalam, sulit dilihat, sulit dipahami, tenang, luhur, melampaui jangkauan logika, halus, hanya dapat dimengerti oleh para bijaksana;

mn95:17.13 Dhamma itu tidak mudah diajarkan oleh seseorang yang memiliki keserakahan.’

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.