mn95:15.1 “Tetapi, Guru Gotama yang mulia, bagaimanakah definisi menjaga kebenaran, dan bagaimanakah seseorang menjaga kebenaran?”
mn95:15.2 Kami menanyakan kepada Yang Mulia Gotama tentang pelestarian kebenaran.”
mn95:15.3 “Jika seseorang memiliki keyakinan, Bhāradvāja,
mn95:15.4 ia melestarikan kebenaran dengan berkata, ‘Demikianlah keyakinanku.’
mn95:15.5 Dengan berkata demikian, ia melestarikan kebenaran, tetapi ia belum sampai pada kesimpulan pasti:
mn95:15.6 ‘Hanya inilah kebenaran, selain itu sia-sia.’ (…)
mn95:15.7 Jika seseorang menyetujui sesuatu, Bhāradvāja, …
mn95:15.8 atau jika seseorang menerima suatu tradisi lisan, …
mn95:15.9 atau jika seseorang memiliki pemikiran yang beralasan tentang sesuatu, …
mn95:15.10 atau jika seseorang telah menerima suatu pandangan setelah dipertimbangkan,
mn95:15.11 ‘Demikianlah pandangan yang telah kuterima setelah dipertimbangkan’—dengan itu ia menjaga kebenaran.
mn95:15.12 Akan tetapi, dengan berkata demikian, ia menjaga kebenaran, namun belum sampai pada kesimpulan pasti:
mn95:15.13 ‘Hanya inilah kebenaran, selain itu sia-sia.’
mn95:15.14 Sejauh itulah, Bhāradvāja, penjagaan kebenaran terjadi, sejauh itulah ia menjaga kebenaran, dan sejauh itulah Kami ajarkan penjagaan kebenaran;
mn95:15.15 Akan tetapi, hal itu belum merupakan penembusan kebenaran.”