mn95:12.1 Kemudian terpikir oleh Bhagavā:
mn95:12.2 “Pastilah siswa Kāpaṭika akan berbicara tentang warisan kitab suci tiga Veda.
mn95:12.3 Itulah sebabnya para brahmana menempatkannya di depan.”
mn95:12.4 Kemudian terpikir oleh siswa Kāpaṭika:
mn95:12.5 “Ketika pertapa Gotama mengarahkan pandangannya kepadaku, maka aku akan mengajukan pertanyaan kepada pertapa Gotama.”
mn95:12.6 Kemudian Sang Bhagavā, setelah mengetahui pikiran Kāpaṭika melalui batin-Nya, mengarahkan pandangan-Nya kepada Kāpaṭika.
mn95:12.7 Kemudian Kāpaṭika berpikir:
mn95:12.8 “Pertapa Gotama sedang memperhatikan aku.
mn95:12.9 Alangkah baiknya jika aku mengajukan pertanyaan kepada Pertapa Gotama.”
mn95:12.10 Kemudian Kāpaṭika berkata kepada Sang Bhagavā:
mn95:12.11 “Yang Mulia Gotama, mengenai apa yang merupakan himne kuno para brahmana, yang diwariskan turun-temurun melalui tradisi lisan dan otoritas kitab suci, dan yang menjadi dasar para brahmana mencapai kesimpulan pasti:
mn95:12.12 ‘Hanya inilah kebenaran, selain itu adalah sia-sia.’
mn95:12.13 Apa yang dikatakan Yang Mulia Gotama mengenai hal ini?”