MN 95

Caṅkīsutta

Khotbah kepada Caṅkī

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn95:11.1 Pada saat itu Sang Bhagavā sedang duduk, terlibat dalam percakapan ramah dengan beberapa brahmana yang sangat sepuh.

mn95:11.2 Pada saat itu pula, seorang siswa bernama Kāpaṭika sedang duduk dalam kumpulan itu. Ia masih muda, berambut gundul, dan berusia enam belas tahun. Ia telah menguasai tiga Veda beserta kosakata dan tata cara ritualnya, fonologi dan klasifikasi katanya, serta kitab itihāsa sebagai yang kelima. Ia hafal kata demi kata dan menguasai tata bahasanya. Ia juga mahir dalam kosmologi dan tanda-tanda manusia agung.

mn95:11.3 Ketika para brahmana senior sedang berbincang-bincang dengan Sang Buddha, ia menyela pembicaraan mereka.

mn95:11.4 Kemudian Sang Buddha menegur Kāpaṭika,

mn95:11.5 “Yang Mulia Bhāradvāja, janganlah menyela pembicaraan di sela-sela para brahmana senior yang sedang berdialog.

mn95:11.6 Hendaknya Yang Mulia Bhāradvāja menunggu hingga pembicaraan mereka selesai.”

mn95:11.7 Setelah itu, brahmana Caṅkī berkata kepada Bhagavā:

mn95:11.8 “Semoga Yang Mulia Gotama tidak merendahkan siswa Kāpaṭika.

mn95:11.9 Siswa Kāpaṭika adalah seorang pemuda dari keluarga baik-baik, terpelajar, cerdas, pandai berbicara, dan mampu berdebat dengan Yang Mulia Gotama mengenai persoalan ini.”

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.