
Buddha
Guru yang menjelaskan tahapan menuju realisasi kebenaran.
Khotbah kepada Caṅkī
Brahmana muda Kāpaṭhika bertanya bagaimana kebenaran dipelihara, ditemukan, dan akhirnya direalisasikan. Buddha membedakan keyakinan yang jujur dari klaim mutlak, lalu menguraikan perjalanan dari mencari guru hingga mengalami kebenaran sendiri. Inilah Caṅkī Sutta.

Guru yang menjelaskan tahapan menuju realisasi kebenaran.
Brahmana muda yang mengajukan pertanyaan paling mendalam dalam pertemuan itu.
Brahmana terpandang yang mengundang rombongannya menemui Buddha.
Desa brahmana tempat percakapan berlangsung.
Keyakinan boleh dipelihara dengan jujur, tetapi kebenaran harus didekati lewat penyelidikan, latihan, dan pengalaman langsung.
Brahmana Caṅkī dan rombongannya datang menemui Buddha. Seorang pemuda bernama Kāpaṭhika, yang sangat percaya diri dengan pengetahuan kitab sucinya, bertanya bagaimana seseorang dapat mengetahui bahwa hanya tradisinya yang benar sementara yang lain salah. Buddha membedakan antara menjaga kebenaran dan telah menemukan kebenaran: seseorang boleh mengatakan bahwa ia memiliki keyakinan atau tradisi tertentu, tetapi belum berhak menyatakan hanya itulah kebenaran mutlak. Dari sana Buddha menjelaskan perjalanan menuju pengetahuan langsung—memeriksa guru dari keserakahan, kebencian dan kebodohan, menumbuhkan keyakinan, mendekat, mendengar, mengingat, menyelidiki makna, menerima setelah perenungan, membangkitkan usaha, dan akhirnya merealisasikan kebenaran sendiri.
mn95:8.1 “Please don’t!
mn95:8.2 It’s not appropriate for you to go to see the ascetic Gotama;
mn95:8.3 it’s appropriate that he comes to see you.
mn95:8.4 You are well born on both your mother’s and father’s side, stemming from a clean vessel, with irrefutable and impeccable genealogy back to the seventh paternal generation.
mn95:8.5 For this reason it’s not appropriate for you to go to see the ascetic Gotama;
mn95:8.6 it’s appropriate that he comes to see you.
mn95:8.7 You’re rich, affluent, and wealthy. …
mn95:8.8 You recite and remember the hymns, and have mastered the three Vedas, together with their vocabularies and ritual performance, their phonology and word classification, and the testaments as fifth. You know them word-by-word, and their grammar. You are well versed in cosmology and the marks of a great man. …
mn95:8.9 You are attractive, good-looking, lovely, of surpassing beauty. You have divine looks and lustre, remarkable to behold. …
mn95:8.10 You are ethical, mature in ethical conduct. …
mn95:8.11 You’re a good speaker who enunciates well, with a polished, clear, and articulate voice that expresses the meaning. …
mn95:8.12 You’re the tutor of tutors for many, and teach three hundred young students to recite the hymns. …
mn95:8.13 You’re honored, respected, revered, venerated, and esteemed by King Pasenadi of Kosala
mn95:8.14 and the brahmin Pokkharasāti. …
mn95:8.15 You live in Opāsāda, a crown property given by King Pasenadi of Kosala, teeming with living creatures, full of hay, wood, water, and grain, a royal park endowed to a brahmin.
mn95:8.16 For all these reasons it’s not appropriate for you to go to see the ascetic Gotama;
mn95:8.17 it’s appropriate that he comes to see you.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.