‹
MN 94

Ghoṭamukhasutta

Khotamukha Sutta

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 94

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Brahmana Ghoṭamukha menyatakan kehidupan tanpa rumah tidak mungkin sesuai Dhamma. Bhikkhu Udena membimbingnya membedakan empat jenis manusia dan menunjukkan nilai kehidupan suci yang dijalani dengan benar. Inilah Ghoṭamukha Sutta.

TOKOH

Udena

Bhikkhu yang menjawab tantangan Ghoṭamukha dengan percakapan terarah.

TOKOH

Ghoṭamukha

Brahmana yang semula menolak nilai kehidupan tanpa rumah.

TEMPAT

Bārāṇasī

Hutan Khemiya tempat mereka bertemu.

GAGASAN

Empat jenis manusia

Yang menyiksa diri, menyiksa orang lain, melakukan keduanya, atau tidak melakukan keduanya dibedakan untuk menunjukkan jalan yang damai dan tidak merugikan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Brahmana Ghoṭamukha menemui Bhikkhu Udena dan menyatakan bahwa menurutnya tidak ada kehidupan meninggalkan rumah yang sesuai Dhamma. Udena tidak membalas dengan dogma, tetapi mengajak Ghoṭamukha memeriksa berbagai jenis orang: mereka yang menyiksa diri, menyiksa orang lain, melakukan keduanya, dan mereka yang tidak menyiksa siapa pun. Percakapan kemudian menggambarkan jalan latihan seorang Tathāgata yang menghasilkan jenis manusia terakhir. Ghoṭamukha menjadi yakin dan ingin memberikan hadiah pribadi kepada Udena, tetapi sang bhikkhu mengarahkannya untuk membangun aula bagi Saṅgha. Kisah ditutup dengan keterangan bahwa aula tersebut kemudian dikenal dengan nama Ghoṭamukha.

mn94:10.1 “What individual mortifies themselves, committed to the practice of mortifying themselves?

mn94:10.2 It’s when an individual goes naked, ignoring conventions. They lick their hands, and don’t come or wait when called. They don’t consent to food brought to them, or food prepared on their behalf, or an invitation for a meal.

mn94:10.3 They don’t receive anything from a pot or bowl; or from someone who keeps sheep, or who has a weapon or a shovel in their home; or where a couple is eating; or where there is a woman who is pregnant, breastfeeding, or who lives with a man; or where there’s a hound waiting or flies buzzing. They accept no fish or meat or beer or wine, and drink no fermented gruel.

mn94:10.4 They go to just one house for alms, taking just one mouthful, or two houses and two mouthfuls, up to seven houses and seven mouthfuls.

mn94:10.5 They feed on one saucer a day, two saucers a day, up to seven saucers a day.

mn94:10.6 They eat once a day, once every second day, up to once a week, and so on, even up to once a fortnight. They live committed to the practice of eating food at set intervals.

mn94:10.7 They eat herbs, millet, wild rice, poor rice, water lettuce, rice bran, scum from boiling rice, sesame flour, grass, or cow dung. They survive on forest roots and fruits, or eating fallen fruit.

mn94:10.8 They wear robes of sunn hemp, mixed hemp, corpse-wrapping cloth, rags, lodh tree bark, antelope hide (whole or in strips), kusa grass, bark, wood-chips, human hair, horse-tail hair, or owls’ wings.

mn94:10.9 They tear out their hair and beard, committed to this practice.

mn94:10.10 They constantly stand, turning down seats.

mn94:10.11 They squat, committed to the endeavor of squatting.

mn94:10.12 They lie on a mat of thorns, making a mat of thorns their bed.

mn94:10.13 They’re devoted to ritual bathing three times a day, including at dusk.

mn94:10.14 And so they live committed to practicing these various ways of mortifying and tormenting the body.

mn94:10.15 This is called an individual who mortifies themselves, being committed to the practice of mortifying themselves.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.