
Buddha
Guru yang membantah diskriminasi kasta melalui pertanyaan dan contoh.
Khotbah Bersama Assalāyana
Brahmana muda Assalāyana dipilih untuk membela keunggulan kasta brahmana. Buddha mengujinya lewat kenyataan kelahiran, perilaku, hukum, dan pergaulan antarmanusia, hingga klaim kemurnian berdasarkan kelahiran tidak dapat dipertahankan. Inilah Assalāyana Sutta.

Guru yang membantah diskriminasi kasta melalui pertanyaan dan contoh.
Brahmana muda terpelajar yang diminta berdebat demi keunggulan kasta.
Kota tempat perdebatan berlangsung.
Semua golongan tunduk pada akibat perbuatan; kebajikan dan kebijaksanaan, bukan garis keturunan, menentukan keluhuran.
Para brahmana mendorong pemuda terpelajar Assalāyana untuk berdebat dengan Buddha mengenai klaim bahwa kasta brahmana adalah kasta tertinggi dan paling murni. Assalāyana sebenarnya ragu, tetapi akhirnya datang. Buddha membongkar klaim tersebut melalui pertanyaan sederhana tentang kelahiran manusia, masyarakat lain yang hanya mengenal tuan dan budak, akibat perbuatan baik dan buruk, kemampuan dari semua kasta untuk mengembangkan cinta kasih, serta kenyataan bahwa api yang dinyalakan orang dari kasta berbeda tetap memiliki sifat yang sama. Percakapan akhirnya menunjukkan bahwa kemurnian tidak diwariskan melalui kelahiran, melainkan berkaitan dengan perilaku dan kualitas batin.
mn93:4.1 So they approached Assalāyana and said to him,
mn93:4.2 “This ascetic Gotama advocates purification for all four classes.
mn93:4.3 Please, worthy Assalāyana, debate with the ascetic Gotama about this.”
mn93:4.4 When they said this, Assalāyana said to them,
mn93:4.5 “They say that the ascetic Gotama is a speaker of principle.
mn93:4.6 But speakers of principle are hard to debate.
mn93:4.7 I’m not capable of debating with the ascetic Gotama about this.”
mn93:4.8 For a second time, those brahmins said to him
mn93:4.9 “This ascetic Gotama advocates purification for all four classes.
mn93:4.10 Please, worthy Assalāyana, debate with the ascetic Gotama about this.
mn93:4.11 For you have lived as a wanderer.”
mn93:4.12 And for a second time, Assalāyana refused.
mn93:4.16 For a third time, those brahmins said to him,
mn93:4.17 “This ascetic Gotama advocates purification for all four classes.
mn93:4.18 Please, worthy Assalāyana, debate with the ascetic Gotama about this.
mn93:4.19 For you have lived as a wanderer.
mn93:4.20 Don’t admit defeat before going into battle!”
mn93:4.21 When they said this, Assalāyana said to them,
mn93:4.22 “Clearly, worthy sirs, I’m not getting through to you when I say:
mn93:4.23 ‘They say that the ascetic Gotama is a speaker of principle.
mn93:4.24 But speakers of principle are hard to debate.
mn93:4.25 I’m not capable of debating with the ascetic Gotama about this.’
mn93:4.26 Nevertheless, I shall go at your bidding.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.