MN 92

Selasutta

Khotbah kepada Sela

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn92:4.1

Atha kho keṇiyo jaṭilo bhagavato adhivāsanaṁ viditvā uṭṭhāyāsanā yena sako assamo tenupasaṅkami; upasaṅkamitvā mittāmacce ñātisālohite āmantesi:

Kemudian Keṇiya sang pertapa berambut kusut, setelah mengetahui bahwa Sang Bhagavā telah menerima, bangkit dari tempat duduknya dan mendatangi pertapaannya sendiri; setelah tiba, ia berkata kepada sahabat-sahabatnya, rekan-rekannya, sanak saudara dan kerabatnya:

mn92:4.2

“suṇantu me bhonto, mittāmaccā ñātisālohitā;

“Dengarkanlah saya, tuan-tuan, sahabat-sahabat, rekan-rekan, sanak saudara dan kerabat;

mn92:4.3

samaṇo me gotamo nimantito svātanāya bhattaṁ saddhiṁ bhikkhusaṅghena.

Pertapa Gotama telah diundang olehku untuk makan besok bersama dengan Saṅgha para bhikkhu.

mn92:4.4

Yena me kāyaveyyāvaṭikaṁ kareyyāthā”ti.

Tolong bantu saya dalam persiapan-persiapan yang bersifat manual.”

mn92:4.5

“Evaṁ, bho”ti kho keṇiyassa jaṭilassa mittāmaccā ñātisālohitā keṇiyassa jaṭilassa paṭissutvā appekacce uddhanāni khaṇanti, appekacce kaṭṭhāni phālenti, appekacce bhājanāni dhovanti, appekacce udakamaṇikaṁ patiṭṭhāpenti, appekacce āsanāni paññapenti.

“Baik, Tuan,” jawab teman-teman, kerabat, dan sanak saudara Keṇiya si pertapa berambut kusut. Setelah menyanggupi, sebagian menggali tungku, sebagian membelah kayu, sebagian mencuci perkakas, sebagian menempatkan kendi air, dan sebagian menyiapkan tempat duduk.

mn92:4.6

Keṇiyo pana jaṭilo sāmaṁyeva maṇḍalamālaṁ paṭiyādeti.

Sementara itu, Keṇiya si pertapa berambut kusut mempersiapkan sendiri paviliun melingkar itu.

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗