Kemudian, ketika malam telah berlalu, Keṇiya sang pertapa menyiapkan makanan keras dan lunak yang lezat di pertapaannya sendiri. Lalu ia memberitahukan waktunya kepada Bhagavā, dengan berkata,
Kemudian Sang Bhagavā merapikan jubah-Nya pada pagi hari, membawa mangkuk dan jubah, dan mendatangi pertapaan Keṇiya si jaṭila. Setelah tiba, Beliau duduk di tempat yang telah disediakan bersama dengan Saṅgha para bhikkhu.
Kemudian Keṇiya si jaṭila dengan tangannya sendiri melayani dan memuaskan Saṅgha para bhikkhu yang dipimpin oleh Sang Buddha dengan berbagai makanan keras dan lunak yang lezat.
Setelah Sang Buddha selesai makan dan mencuci tangan serta mangkuknya, Keṇiya si pertapa berambut kusut mengambil tempat duduk rendah dan duduk di satu sisi.