MN 92

Selasutta

Khotbah kepada Sela

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 92

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Brahmana Sela mengenali ciri manusia agung pada Buddha dan menguji apakah Ia benar-benar seorang raja Dhamma. Setelah percakapan dalam syair, Sela bersama para pengikutnya meninggalkan kehidupan rumah dan mencapai tujuan latihan. Inilah Sela Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menjawab pujian dan keraguan Sela dengan keyakinan seorang yang telah tercerahkan.

TOKOH

Sela

Brahmana terpelajar yang datang bersama tiga ratus muridnya.

TOKOH

Keṇiya

Petapa berambut kusut yang menyiapkan persembahan besar bagi Buddha dan Sangha.

TEMPAT

Āpaṇa

Kota tempat Sela bertemu Buddha.

GAGASAN

Raja melalui Dhamma

Kebesaran Buddha tidak bertumpu pada kekuasaan politik, melainkan pada roda ajaran yang membebaskan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

mn92:27.1 Kemudian Yang Mulia Sela beserta rombongannya, hidup menyendiri, terasing, tekun, bersemangat, dan bertekad bulat, tidak lama kemudian mencapai tujuan tertinggi kehidupan suci yang menjadi alasan para putra keluarga dengan benar meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah—mereka merealisasikannya sendiri dengan pengetahuan langsung dalam kehidupan ini juga, dan berdiam di dalamnya.

mn92:27.2 Mereka memahami: “Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.”

mn92:27.3 Dan Yang Mulia Sela beserta rombongannya menjadi para Arahant.

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.