mn91:6.1 “Baik, tuan,” jawab Uttara, pemuda brahmana itu. Setelah menjawab demikian, ia bangkit dari duduknya, memberi hormat kepada brahmana Brahmāyu, dan berjalan mengelilinginya dengan menghadap ke kanan, lalu berangkat menuju negeri Videha, tempat Sang Bhagavā sedang berkelana.
mn91:6.2 Berjalan berkeliling secara bertahap, ia mendatangi Sang Buddha; setelah mendekat, ia bertukar salam dengan Sang Buddha.
mn91:6.3 Setelah saling bertukar sapa dan percakapan yang ramah, ia duduk di satu sisi.
mn91:6.4 dan ia mengamati tiga puluh dua tanda seorang manusia agung pada tubuh Bhagavā.
mn91:6.5 Uttara, brahmana muda itu, melihat tiga puluh dua tanda manusia agung pada tubuh Bhagavā, kecuali dua tanda.
mn91:6.6 Mengenai dua tanda manusia agung itu, ia ragu, bimbang, tidak yakin, dan tidak tenteram—
mn91:6.7 yaitu apakah bagian pribadi terbungkus selaput, dan kelebaran lidah.
mn91:6.8 Kemudian Bhagavā berpikir:
mn91:6.9 “Siswa Uttara ini melihat semua tanda-tanda manusia agung, kecuali dua,
mn91:6.10 Mengenai dua tanda manusia agung itu ia ragu, bimbang, tidak yakin, dan tidak tenteram—
mn91:6.11 yaitu apakah bagian pribadinya terselubung dalam selaput, dan kelebaran lidahnya.”