
Buddha
Guru yang diperiksa ciri dan perilakunya sebelum mengajarkan Dhamma.
Khotbah tentang Brahmāyu
Brahmana tua Brahmāyu mengirim muridnya memeriksa tiga puluh dua ciri manusia agung pada tubuh Buddha. Setelah melihat perilaku dan mendengar ajaran-Nya, Brahmāyu sendiri datang, memperoleh keyakinan, dan menerima pengajaran bertahap. Inilah Brahmāyu Sutta.

Guru yang diperiksa ciri dan perilakunya sebelum mengajarkan Dhamma.
Brahmana sepuh dan terpelajar yang akhirnya menyatakan keyakinannya.
Murid Brahmāyu yang mengamati Buddha selama berbulan-bulan.
Kota tempat Brahmāyu menemui Buddha.
Keyakinan Brahmāyu tumbuh melalui pengamatan teliti, perilaku yang konsisten, dan pemahaman langsung atas ajaran.
mn91:39.1 Setelah tujuh hari berlalu, Sang Bhagavā berangkat berkelana di negeri Videha.
mn91:39.2 Tidak lama setelah Sang Bhagavā berangkat, Brahmana Brahmāyu meninggal dunia.
mn91:39.3 Kemudian sejumlah bhikkhu mendatangi Bhagavā, memberi hormat kepada Bhagavā, lalu duduk di satu sisi. Setelah duduk di satu sisi, para bhikkhu itu berkata kepada Bhagavā:
mn91:39.4 “Yang Mulia, brahmana Brahmāyu telah meninggal dunia.
mn91:39.5 Ke manakah tujuan kelahirannya, bagaimana kelahiran berikutnya?”
mn91:39.6 “Para bhikkhu, brahmana Brahmāyu adalah seorang yang bijaksana. Ia mempraktikkan sesuai dengan Dhamma dan tidak menyusahkanKu sehubungan dengan ajaran.
mn91:39.7 Para bhikkhu, dengan hancurnya lima belenggu yang lebih rendah, brahmana Brahmāyu terlahir spontan, akan mencapai parinibbāna di alam itu, dan tidak akan kembali lagi dari alam itu.”
mn91:39.8 Demikianlah yang dikatakan Bhagavā.
mn91:39.9 Dengan gembira, para bhikkhu itu menyambut baik apa yang dikatakan Bhagavā.
mn91:39.10 Selesailah Brahmāyusutta, yang pertama.
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.