
Buddha
Guru yang diperiksa ciri dan perilakunya sebelum mengajarkan Dhamma.
Khotbah tentang Brahmāyu
Brahmana tua Brahmāyu mengirim muridnya memeriksa tiga puluh dua ciri manusia agung pada tubuh Buddha. Setelah melihat perilaku dan mendengar ajaran-Nya, Brahmāyu sendiri datang, memperoleh keyakinan, dan menerima pengajaran bertahap. Inilah Brahmāyu Sutta.

Guru yang diperiksa ciri dan perilakunya sebelum mengajarkan Dhamma.
Brahmana sepuh dan terpelajar yang akhirnya menyatakan keyakinannya.
Murid Brahmāyu yang mengamati Buddha selama berbulan-bulan.
Kota tempat Brahmāyu menemui Buddha.
Keyakinan Brahmāyu tumbuh melalui pengamatan teliti, perilaku yang konsisten, dan pemahaman langsung atas ajaran.
mn91:32.1 Kemudian Brahmana Brahmāyu berpikir:
mn91:32.2 “Permintaanku telah dikabulkan oleh Petapa Gotama.
mn91:32.3 Apakah yang sebaiknya kutanyakan kepada Petapa Gotama:
mn91:32.4 ‘hal yang bermanfaat dalam kehidupan ini ataukah hal yang bermanfaat untuk kehidupan mendatang?’”
mn91:32.5 Kemudian Brahmana Brahmāyu berpikir,
mn91:32.6 “Aku memang mahir dalam hal-hal yang bermanfaat dalam kehidupan ini.
mn91:32.7 Dan orang lain pun bertanya kepadaku tentang hal-hal yang bermanfaat dalam kehidupan ini.
mn91:32.8 Mengapa aku tidak bertanya kepada petapa Gotama tentang hal yang bermanfaat khususnya untuk kehidupan yang akan datang?”
mn91:32.9 Kemudian Brahmana Brahmāyu berkata kepada Bhagavā dalam bentuk syair:
mn91:32.10 “Bagaimanakah seseorang menjadi brahmana,
mn91:32.11 dan bagaimanakah ia menjadi penguasa pengetahuan?
mn91:32.12 Bagaimanakah, Tuan, seseorang menjadi penguasa tiga pengetahuan,
mn91:32.13 dan mengapa ia disebut seorang terpelajar?
mn91:32.14 Bagaimanakah, Tuan, seseorang menjadi seorang yang sempurna?
mn91:32.15 Bagaimanakah seseorang menjadi sempurna?
mn91:32.16 Dan bagaimanakah, Tuan, seseorang menjadi seorang petapa?
mn91:32.17 Dan mengapakah seseorang disebut tercerahkan?”
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.