MN 91

Brahmāyusutta

Khotbah tentang Brahmāyu

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn91:26.1 Brahmana Brahmāyu juga mendengar bahwa Sang Buddha telah tiba.

mn91:26.2 Kemudian Brahmana Brahmāyu bersama beberapa muridnya pergi menuju Hutan Mangga Maghadeva.

mn91:26.3 Tidak jauh dari hutan itu, Brahmana Brahmāyu berpikir:

mn91:26.4 “Tidaklah pantas bagiku untuk pergi menemui petapa Gotama tanpa memberitahukannya terlebih dahulu.”

mn91:26.5 Kemudian brahmana Brahmāyu berkata kepada salah seorang siswa mudanya:

mn91:26.6 “Kemarilah, siswa muda, pergilah kepada petapa Gotama; setelah mendekat, tanyakanlah kepada petapa Gotama atas namaku tentang kesehatannya yang baik, bebas dari penyakit, ringan tubuhnya, kuat, dan hidup dengan nyaman:

mn91:26.7 ‘Brahmāyu, Tuan Gotama, seorang brahmana, menanyakan kepada Yang Mulia Gotama tentang kesehatan yang baik, bebas dari penyakit, ringan badan, kuat, dan hidup dengan nyaman.’

mn91:26.9 ‘Gotama yang mulia, brahmana Brahmāyu telah tua, berusia lanjut, dan sepuh, telah melewati perjalanan hidup, mencapai tahap akhir kehidupan; usianya seratus dua puluh tahun. Ia telah menguasai tiga Veda, beserta kosakata dan tata cara ritualnya, fonologi dan klasifikasi katanya, serta kitab-kitab itihāsa sebagai yang kelima. Ia mahir dalam tata bahasa dan menguasai kata demi kata. Ia juga sangat ahli dalam kosmologi dan tanda-tanda manusia agung.

mn91:26.10 Para brahmana dan perumah tangga yang berdiam di Mithilā, brahmana Brahmāyu dianggap yang terutama di antara mereka—

mn91:26.12 Brahmāyu menyatakan bahwa di antara mereka, brahmana adalah yang tertinggi—

mn91:26.14 Brahmāyu menyatakan bahwa di antara mereka, brahmana adalah yang tertinggi—

mn91:26.16 Ia ingin bertemu dengan Gotama yang mulia.’”

mn91:26.17 “Baik, tuan,” jawab brahmana muda itu. Setelah menjawab demikian kepada Brahmāyu si brahmana, ia mendatangi Bhagavā; setelah mendekat, ia bertukar salam dengan Bhagavā.

mn91:26.18 Setelah berbincang-bincang dengan ramah dan bersahabat, ia berdiri di satu sisi. Sambil berdiri di satu sisi, brahmana muda itu berkata kepada Bhagavā:

mn91:26.19 “Brahmāyu, Tuan Gotama, brahmana itu menanyakan apakah Tuan Gotama sehat, bebas dari penyakit, ringan badan, kuat, dan hidup dengan nyaman;

mn91:26.21 ‘Brahmāyu, Guru Gotama, adalah seorang brahmana yang tua, berusia lanjut, berumur panjang, telah mencapai akhir kehidupan, berusia dua ratus tahun sejak lahir. Ia telah menguasai tiga Veda beserta kosakata, ritual, fonologi, dan sejarah sebagai yang kelima; ia ahli dalam tata bahasa, dan mahir dalam kosmologi serta tanda-tanda manusia agung.

mn91:26.22 Sejauh apa pun, Tuan-tuan, para brahmana dan perumah tangga yang berdiam di Mithila, Brahmana Brahmāyu dianggap yang terunggul di antara mereka—

mn91:26.24 Brahmana dianggap yang tertinggi di antara mereka—

mn91:26.26 Di antara mereka, brahmana dianggap yang tertinggi—

mn91:26.27 yaitu dalam hal umur panjang dan kemasyhuran.

mn91:26.28 Ia ingin bertemu dengan Yang Mulia Gotama.”

mn91:26.29 “Baiklah, siswa, biarlah brahmana Brahmāyu datang pada waktu yang ia kehendaki.”

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗