mn91:14.1 Beliau menerima air untuk membilas mangkuk tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak.
mn91:14.2 Ia membilas mangkuk tanpa menimbulkan bunyi gemericik, dan tidak memutarnya. Ia tidak meletakkan mangkuk di tanah untuk membilas tangannya; ketika tangannya dibilas, mangkuk pun ikut bersih, dan ketika mangkuk dibilas, tangannya pun ikut bersih.
mn91:14.3 Ia membuang air bilasan mangkuk itu tidak terlalu jauh, tidak terlalu dekat, dan tidak pula memercikkannya ke sana kemari.
mn91:14.4 Ketika menerima nasi, ia memegang mangkuk tidak terlalu tegak dan tidak terlalu miring; tidak terlalu dekat dan tidak terlalu longgar.
mn91:14.5 Ia menerima nasi tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak.
mn91:14.6 Adapun lauk-pauk, Yang Mulia Gotama makan lauk secukupnya, dan tidak meletakkan lauk terlalu banyak di atas suapan nasi.
mn91:14.7 Setelah membolak-balik suapan nasi di dalam mulut dua atau tiga kali, barulah Yang Mulia Gotama menelannya.
mn91:14.8 Tidak ada sebutir nasi pun yang belum dikunyah masuk ke dalam tubuhnya, dan tidak ada sebutir nasi pun yang tertinggal di dalam mulutnya.
mn91:14.9 Barulah setelah itu ia mengangkat suapan berikutnya ke bibirnya.
mn91:14.10 Yang Mulia Gotama itu makan dengan merasakan rasa makanan, tetapi tidak merasakan nafsu terhadap rasa tersebut.
mn91:14.11 Yang Mulia Gotama itu makan dengan memperhatikan delapan pertimbangan—
mn91:14.12 ‘Bukan untuk bersenang-senang, bukan untuk memanjakan diri, bukan untuk mempercantik diri, bukan untuk berhias diri, melainkan hanya untuk menopang tubuh ini, untuk mempertahankan kelangsungannya, untuk menghentikan rasa sakit, dan untuk mendukung kehidupan suci. Demikianlah aku akan mengakhiri perasaan lama dan tidak menimbulkan perasaan baru, sehingga bagiku akan ada kelangsungan hidup, ketidakcelaan, dan kediaman yang nyaman.’