‹
MN 91

Brahmāyusutta

Khotbah tentang Brahmāyu

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 91

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Brahmana tua Brahmāyu mengirim muridnya memeriksa tiga puluh dua ciri manusia agung pada tubuh Buddha. Setelah melihat perilaku dan mendengar ajaran-Nya, Brahmāyu sendiri datang, memperoleh keyakinan, dan menerima pengajaran bertahap. Inilah Brahmāyu Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang diperiksa ciri dan perilakunya sebelum mengajarkan Dhamma.

TOKOH

Brahmāyu

Brahmana sepuh dan terpelajar yang akhirnya menyatakan keyakinannya.

TOKOH

Uttara

Murid Brahmāyu yang mengamati Buddha selama berbulan-bulan.

TEMPAT

Mithilā

Kota tempat Brahmāyu menemui Buddha.

GAGASAN

Menguji sebelum percaya

Keyakinan Brahmāyu tumbuh melalui pengamatan teliti, perilaku yang konsisten, dan pemahaman langsung atas ajaran.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Brahmana tua Brahmāyu mendengar bahwa Buddha sedang melakukan perjalanan dan mengutus muridnya, Uttara, untuk memeriksa apakah Sang Buddha benar-benar memiliki tanda-tanda manusia agung. Uttara mengikuti Buddha selama berbulan-bulan, mengamati tubuh, cara berjalan, duduk, makan, berbicara dan mengajar. Setelah menerima laporan yang sangat rinci, Brahmāyu sendiri datang menemui Buddha. Pertemuan itu mengubah pemeriksaan tanda-tanda lahiriah menjadi keyakinan langsung: Brahmāyu bersujud, mendengar ajaran bertahap tentang kemurahan hati, sila, surga, bahaya kenikmatan indria dan pelepasan, lalu menerima penjelasan Empat Kebenaran Mulia.

mn91:10.1 Ketika berjalan, Yang Mulia Gotama melangkahkan kaki kanannya terlebih dahulu.

mn91:10.2 Ia tidak mengangkat kaki terlalu jauh, juga tidak meletakkannya terlalu dekat.

mn91:10.3 Ia tidak berjalan terlalu cepat, juga tidak berjalan terlalu lambat.

mn91:10.4 Ia berjalan tanpa menghentakkan lutut atau pergelangan kaki satu sama lain.

mn91:10.5 Ketika berjalan, ia tidak menegakkan paha terlalu lurus, tidak pula membungkukkannya terlalu rendah; tidak merapatkannya terlalu rapat, tidak pula melebarkannya terlalu longgar.

mn91:10.6 Ketika Beliau berjalan, hanya bagian bawah tubuh Beliau yang bergerak, dan Beliau berjalan tanpa usaha.

mn91:10.7 Ketika menoleh untuk melihat, Yang Mulia Gotama menoleh dengan seluruh tubuh;

mn91:10.8 Beliau tidak menengadah ke atas, tidak pula menunduk ke bawah;

mn91:10.9 Beliau tidak melihat ke sekeliling sambil berjalan, tetapi memandang lurus ke depan sejauh satu yuga; dan melampaui itu, pengetahuan dan penglihatan Beliau tidak terhalang.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.