mn89:4.1 Ketika berjalan-jalan di taman, ia melihat akar-akar pohon yang indah, menenteramkan, sepi, sunyi, terpencil dari keramaian, jauh dari pemukiman manusia, dan cocok untuk bertapa.
mn89:4.2 Melihat itu, ia seketika teringat pada Sang Bhagavā:
mn89:4.3 “Akar-akar pohon ini sungguh indah dan menenteramkan, sunyi dan hening, terpencil dari keramaian, cocok untuk bertapa sendirian, seperti tempat-tempat di mana kami biasa menghormat Bhagavā, Yang Mahasuci, Yang Tercerahkan Sempurna.”
mn89:4.4 Kemudian Raja Pasenadi dari Kosala berkata kepada Dīgha Kārāyana:
mn89:4.5 “Sahabatku Kārāyana, akar-akar pohon ini sungguh indah dan menenteramkan, sunyi dan hening, terpencil dari keramaian, cocok untuk bertapa sendirian, seperti tempat-tempat di mana kami biasa menghormat Bhagavā, Yang Mahasuci, Yang Tercerahkan Sempurna.
mn89:4.6 Sahabatku Kārāyana, di manakah kini Bhagavā itu berdiam, Yang Mahasuci, Yang Tercerahkan Sempurna?”