mn89:17.1 beberapa petapa terpelajar yang cerdik, mahir dalam ajaran-ajaran orang lain, dan pandai membedah pandangan-pandangan. Mereka, dengan kebijaksanaan mereka, berkeliling seolah-olah mematahkan pandangan-pandangan salah.
mn89:17.2 Mereka mendengar:
mn89:17.3 ‘Petapa Gotama yang mulia, sesungguhnya akan tiba di desa atau kota bernama ini dan itu.’
mn89:17.4 Mereka menyusun pertanyaan:
mn89:17.5 ‘Kami akan mendatangi petapa Gotama dan menanyakan pertanyaan ini kepadanya.
mn89:17.6 Jika ketika ditanya demikian ia menjawab demikian, kami akan membantahnya;
mn89:17.7 dan jika ketika ditanya demikian ia menjawab demikian, kami pun akan membantahnya.’
mn89:17.8 Mereka mendengar:
mn89:17.9 ‘Petapa Gotama yang mulia, sesungguhnya telah tiba di desa atau kota bernama ini dan itu.’
mn89:17.10 Mereka mendatangi Sang Bhagavā.
mn89:17.11 Sang Bhagavā mencerahkan, membangkitkan semangat, menggugah, dan menggembirakan mereka dengan khotbah Dhamma.
mn89:17.12 Mereka yang telah dinasihati, didorong, dibangkitkan, dan digembirakan oleh Sang Bhagavā dengan khotbah Dhamma itu, tidak hanya tidak mengajukan pertanyaan kepada Sang Bhagavā, apalagi mencoba menyanggah jawaban Beliau.
mn89:17.13 Sebaliknya, mereka justru memohon kesempatan kepada Sang Bhagavā untuk meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.
mn89:17.14 Dan Sang Bhagavā memberikan penahbisan kepada mereka.
mn89:17.15 Setelah meninggalkan keduniawian, hidup menyendiri, tekun, bersemangat, dan bertekad bulat, mereka segera mencapai tujuan tertinggi kehidupan suci—puncak akhir dari kehidupan spiritual—yang menjadi alasan para pemuda baik-baik dengan benar meninggalkan kehidupan berumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah. Mereka merealisasikannya sendiri dengan kebijaksanaan langsung di kehidupan ini juga, dan berdiam dalam pencapaian itu.
mn89:17.16 Mereka berkata:
mn89:17.17 ‘Sungguh, kami nyaris binasa! Sungguh, kami nyaris musnah!’
mn89:17.18 Sebab dahulu kami mengaku sebagai pertapa padahal bukan pertapa, mengaku sebagai brahmana padahal bukan brahmana, mengaku sebagai arahat padahal bukan arahat.
mn89:17.19 ‘Tetapi kini kami benar-benar pertapa, kini kami benar-benar brahmana, kini kami benar-benar arahat.’
mn89:17.20 Dan ini pula, Bhante, yang kusimpulkan tentang Bhagavā dari ajaran:
mn89:17.21 ‘Sungguh, Bhagavā adalah seorang yang telah tercerahkan sempurna; Dhamma telah dibabarkan dengan baik oleh Bhagavā; Saṅgha para siswa telah berlatih dengan baik.’