mn89:13.1 Selanjutnya, Bhante, aku adalah seorang raja khattiya yang telah dinobatkan;
mn89:13.2 aku mampu menghukum mati mereka yang layak dihukum mati, mendenda mereka yang layak didenda, dan mengasingkan mereka yang layak diasingkan.
mn89:13.3 Namun, Bhante, ketika aku sedang duduk di ruang pengadilan, mereka menyela pembicaraanku.
mn89:13.4 Dan aku tidak dapat meminta mereka:
mn89:13.5 ‘Tuan-tuan, janganlah menyela pembicaraanku ketika aku sedang duduk di ruang pengadilan; tunggulah, Tuan-tuan, sampai aku selesai berbicara.’
mn89:13.6 Namun, Bhante, mereka tetap menyela pembicaraanku.
mn89:13.7 Tetapi di sini, Bhante, aku melihat para bhikkhu,
mn89:13.8 ketika Bhagavā sedang membabarkan Dhamma di hadapan kumpulan yang terdiri dari banyak ratusan orang, pada saat itu tidak ada suara para siswa Bhagavā yang berdehem atau membersihkan tenggorokan.
mn89:13.9 Suatu ketika, Bhante, Bhagavā membabarkan Dhamma di hadapan kumpulan yang terdiri dari banyak ratusan orang.
mn89:13.10 Kemudian salah seorang siswa Sang Bhagavā berdehem.
mn89:13.11 Dan salah seorang rekan spiritualnya menyenggolnya dengan lutut, sebagai isyarat:
mn89:13.12 ‘Yang mulia, tenanglah, jangan bersuara! Guru kita, Sang Bhagavā, sedang membabarkan Dhamma!’
mn89:13.13 Kemudian, Bhante, terpikir olehku:
mn89:13.14 ‘Sungguh menakjubkan, sungguh mengagumkan,
mn89:13.15 ‘Sungguh, Tuan, tanpa tongkat dan tanpa pedang, demikianlah majelis ini akan terlatih dengan baik!’
mn89:13.16 Tetapi, Bhante, aku tidak melihat majelis lain di luar sini yang terlatih dengan baik seperti ini.
mn89:13.17 Maka dari itu, Bhante, aku memperoleh keyakinan akan Bhagavā melalui ajaran ini:
mn89:13.18 ‘Sang Bhagavā adalah seorang Buddha yang telah tercerahkan sempurna. Dhamma telah dibabarkan dengan baik. Saṅgha para siswa telah berlatih dengan baik.’