MN 89

Dhammacetiyasutta

Khotbah tentang Tempat-Tempat Suci Dhamma

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn89:12.1 Selanjutnya, Yang Mulia, saya berjalan dan mengembara dari satu vihara ke vihara, dari satu taman ke taman.

mn89:12.2 Di sana aku melihat beberapa petapa dan brahmana yang kurus, kusam, pucat, dan tampak urat-uratnya menonjol—sungguh, seakan-akan mereka tidak menarik perhatian orang untuk dilihat.

mn89:12.4 ‘Pastilah para mulia ini menjalani kehidupan suci dengan tidak puas, atau mereka telah melakukan suatu perbuatan buruk yang disembunyikan;

mn89:12.5 karena itulah para mulia ini kurus, kusam, pucat, dan tampak urat-uratnya menonjol—sungguh, seakan-akan mereka tidak menarik perhatian orang untuk dilihat.’

mn89:12.7 ‘Mengapa para mulia ini kurus, kusam, pucat, dan tampak urat-uratnya menonjol—sungguh, seakan-akan kalian tidak menarik perhatian orang untuk dilihat?’

mn89:12.9 ‘Kami menderita penyakit kuning, Baginda Raja.’

mn89:12.10 Tetapi di sini, Bhante, aku melihat para bhikkhu yang selalu gembira dan bersukacita, bersemangat tinggi, tampak puas, dengan indria yang tenang, hidup tanpa kegelisahan, berwatak lembut, hidup dari pemberian orang lain, dengan pikiran bagaikan rusa liar.

mn89:12.12 ‘Sungguh, para mulia ini telah menyadari perbedaan yang lebih tinggi dalam ajaran Sang Bhagavā daripada sebelumnya;

mn89:12.13 karena itulah para mulia ini selalu gembira dan bersukacita, berbahagia, dengan wajah ceria, hidup dengan tenang, tenteram, menerima pemberian orang lain, dengan batin bagaikan rusa liar.’

mn89:12.14 Maka, Bhante, aku memperoleh keyakinan akan Sang Bhagavā melalui Dhamma ini:

mn89:12.15 ‘Sang Bhagavā adalah seorang yang telah tercerahkan sempurna; Dhamma yang diajarkan oleh Sang Bhagavā telah dibabarkan dengan baik; Saṅgha para siswa Sang Bhagavā telah berlatih dengan baik.’

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.