MN 87

Piyajātikasutta

Khotbah tentang yang Terlahir dari yang Tercinta

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn87:9-14.1

Imināpi kho etaṁ, brāhmaṇa, pariyāyena veditabbaṁ yathā piyajātikā sokaparidevadukkhadomanassupāyāsā piyappabhavikāti.

Dengan cara ini pula, brahmana, hendaknya dipahami bahwa mereka yang terlahir dari kasih sayang adalah sumber duka, ratapan, penderitaan, kesedihan, dan keputusasaan.

mn87:9-14.2

Bhūtapubbaṁ, brāhmaṇa, imissāyeva sāvatthiyā aññatarissā itthiyā pitā kālamakāsi …

Pada suatu ketika, brahmana, di kota Sāvatthī ini juga, ayah dari seorang perempuan tertentu meninggal dunia …

mn87:9-14.3

bhātā kālamakāsi …

saudara laki-lakinya meninggal dunia …

mn87:9-14.4

bhaginī kālamakāsi …

saudara perempuannya meninggal dunia …

mn87:9-14.5

putto kālamakāsi …

putranya meninggal dunia …

mn87:9-14.6

dhītā kālamakāsi …

putrinya meninggal dunia …

mn87:9-14.7

sāmiko kālamakāsi.

suaminya meninggal dunia.

mn87:9-14.8

Sā tassa kālakiriyāya ummattikā khittacittā rathikāya rathikaṁ siṅghāṭakena siṅghāṭakaṁ upasaṅkamitvā evamāha:

Karena kematian suaminya itu, ia menjadi gila dan kehilangan akal sehatnya. Ia berkeliling dari jalan ke jalan dan dari persimpangan ke persimpangan, berkata,

mn87:9-14.9

‘api me sāmikaṁ addassatha, api me sāmikaṁ addassathā’ti?

‘Apakah kalian melihat suamiku? Apakah kalian melihat suamiku?’

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.