mn87:6.1 Kemudian Ratu Mallikā berkata kepada brahmana Nāḷijaṅgha:
mn87:6.2 “Datanglah, brahmana, pergilah menghadap Bhagavā; setelah pergi, bersujudlah dengan kepalamu di kaki Bhagavā atas namaku, dan tanyakan tentang kesehatan yang baik, ketidakberpenyakitian, keringanan tubuh, kekuatan, dan kediaman yang nyaman:
mn87:6.3 ‘Yang Mulia, Ratu Mallikā bersujud dengan kepalanya di kaki Bhagavā, dan menanyakan tentang kesehatan yang baik, ketidakberpenyakitian, keringanan tubuh, kekuatan, dan kediaman yang nyaman’;
mn87:6.4 dan katakanlah ini:
mn87:6.5 ‘Apakah, Yang Mulia, Bhagavā telah mengucapkan ucapan ini—
mn87:6.6 “Yang tercinta melahirkan duka, ratapan, penderitaan, kesedihan, dan keputusasaan”?’
mn87:6.7 Bagaimana pun Bhagavā menjawabnya, ingatlah dengan baik dan sampaikanlah kepadaku.
mn87:6.8 Sebab para Tathāgata tidak mengucapkan hal yang tidak benar.”
mn87:6.9 “Baik, Yang Mulia,” jawab brahmana Nālijaṅgha setelah menyanggupi permaisuri Mallikā. Ia lalu mendatangi Bhagavā, dan setelah tiba, ia bertukar salam dengan Bhagavā.
mn87:6.10 Setelah percakapan ramah tamah yang penuh keakraban itu usai, ia duduk di satu sisi. Sambil duduk di satu sisi, brahmana Nālijaṅgha berkata kepada Bhagavā:
mn87:6.11 “Mallikā, Yang Mulia Gotama, sang permaisuri bersujud dengan kepalanya di kaki Yang Mulia Gotama; ia menanyakan tentang kesehatan yang baik, bebas dari penyakit, ringan badan, kekuatan, dan kehidupan yang nyaman.
mn87:6.12 Dan ia bertanya apakah
mn87:6.13 ‘Benarkah, Bhante, bahwa Bhagavā telah mengucapkan kata-kata ini—
mn87:6.14 ‘Orang-orang yang kita cintai adalah sumber duka, ratapan, penderitaan, kesedihan, dan keputusasaan.’”