MN 87

Piyajātikasutta

Khotbah tentang yang Terlahir dari yang Tercinta

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn87:4.1 Pada saat itu, beberapa penjudi sedang bermain dadu tidak jauh dari Sang Bhagavā.

mn87:4.2 Kemudian perumah tangga itu mendekati para penjudi tersebut; setelah mendekat, ia berkata kepada mereka:

mn87:4.3 “Di sini, Tuan-tuan, aku mendatangi Petapa Gotama; setelah mendatanginya, aku memberi hormat kepada Petapa Gotama dan duduk di satu sisi. Setelah aku duduk di satu sisi, Tuan-tuan, Petapa Gotama berkata kepadaku:

mn87:4.4 ‘Perumah tangga, indriamu tidak kokoh dalam batinmu sendiri; ada perubahan pada indriamu.’

mn87:4.5 Setelah hal itu dikatakan, aku, para mulia, berkata kepada Pertapa Gotama:

mn87:4.6 ‘Apakah mungkin, Bhante, bahwa indriaku tidak berubah;

mn87:4.7 karena, Bhante, putra tunggalku yang tercinta dan menyenangkan telah meninggal dunia.

mn87:4.8 Saat kematiannya, pekerjaan-pekerjaan tidak lagi menarik baginya, makanan pun tidak lagi menggugah seleranya.

mn87:4.9 Maka aku pergi ke tempat pembakaran mayat dan menangis—

mn87:4.10 “Di manakah, anakku? Di manakah, anakku?”

mn87:4.11 “Demikianlah, perumah tangga, demikianlah, perumah tangga.

mn87:4.12 Sebab, perumah tangga, dari yang tercinta muncullah dukacita, ratapan, penderitaan, kesedihan, dan keputusasaan.”

mn87:4.13 “Tetapi, Bhante, siapakah yang akan berpikir demikian—

mn87:4.14 bahwa dari yang tercinta muncullah dukacita, ratapan, penderitaan, kesedihan, dan keputusasaan?

mn87:4.15 Sebab, Bhante, dari yang tercinta muncullah kegembiraan dan kebahagiaan.”

mn87:4.16 Kemudian, Tuan-tuan, tanpa menyetujui maupun menolak ucapan Petapa Gotama itu, aku bangkit dari tempat dudukku dan pergi.”

mn87:4.17 “Demikianlah, perumah tangga, demikianlah, perumah tangga.

mn87:4.18 Sebab, perumah tangga, dari yang tercinta muncullah kegembiraan dan kebahagiaan.”

mn87:4.19 Kemudian perumah tangga itu berpikir, “Aku sependapat dengan para penjudi,” lalu ia pergi.

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗