MN 87

Piyajātikasutta

Khotbah tentang yang Terlahir dari yang Tercinta

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn87:3.1 Kemudian perumah tangga itu mendatangi Sang Bhagavā; setelah mendekat, ia memberi hormat kepada Sang Bhagavā dan duduk di satu sisi. Ketika ia telah duduk di satu sisi, Sang Bhagavā berkata kepadanya:

mn87:3.2 “Perumah tangga, indriamu tidak stabil dalam pikiranmu sendiri; ada kemunduran pada indriamu.”

mn87:3.3 “Dan bagaimana mungkin, Bhante, indriaku tidak mengalami kemunduran?

mn87:3.4 Sebab, Bhante, putra tunggalku yang tercinta dan tersayang telah meninggal dunia.

mn87:3.5 Sejak kematiannya, aku tidak lagi bersemangat bekerja, dan makanan pun tidak lagi menarik bagiku.

mn87:3.6 Aku pergi ke tempat pembakaran mayat dan menangis:

mn87:3.7 ‘Di manakah engkau, putra tunggalku? Di manakah engkau, putra tunggalku?’”

mn87:3.8 “Demikianlah, tuan rumah, demikianlah, tuan rumah.

mn87:3.9 Sebab, tuan rumah, dari apa yang kita cintai muncullah dukacita, ratap tangis, penderitaan, kesedihan, dan keputusasaan.”

mn87:3.10 “Siapakah, Bhante, yang akan berpikir demikian:

mn87:3.11 ‘dari apa yang kita cintai muncullah dukacita, ratap tangis, penderitaan, kesedihan, dan keputusasaan’?

mn87:3.12 Sebab, Bhante, dari apa yang kita cintai muncullah kegembiraan dan kebahagiaan.”

mn87:3.13 Akan tetapi, perumah tangga itu, tanpa menyetujui perkataan Sang Bhagavā, menolaknya, lalu bangkit dari tempat duduknya dan pergi.

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗