mn87:22.1 Pada suatu masa lampau, brahmana, di kota Sāvatthī ini juga, seorang perempuan tertentu pergi tinggal di keluarga kerabatnya.
mn87:22.2 Akan tetapi, kerabatnya ingin memisahkannya dari suaminya dan memberikannya kepada laki-laki lain,
mn87:22.3 sedangkan ia sendiri tidak menginginkan hal itu.
mn87:22.4 Kemudian perempuan itu berkata kepada suaminya:
mn87:22.5 ‘Tuan, kerabatku ingin memisahkanku darimu dan memberikanku kepada laki-laki lain.
mn87:22.6 sedangkan aku tidak menginginkannya.’
mn87:22.7 Kemudian laki-laki itu membelah wanita itu menjadi dua dan membelah perutnya sendiri, dengan berpikir,
mn87:22.8 ‘Kita berdua akan bersama setelah kematian.’
mn87:22.9 Demikian pula, brahmana, melalui cara ini pula dapat dipahami bahwa mereka yang kita cintai adalah sumber dari duka, ratap tangis, penderitaan, kesedihan, dan keputusasaan.”