MN 85

Bodhirājakumārasutta

Khotbah dengan Pangeran Bodhi

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn85:17.1

“Evameva kho, rājakumāra, ye hi keci samaṇā vā brāhmaṇā vā kāyena ceva cittena ca kāmehi avūpakaṭṭhā viharanti, yo ca nesaṁ kāmesu kāmacchando kāmasneho kāmamucchā kāmapipāsā kāmapariḷāho so ca ajjhattaṁ na suppahīno hoti, na suppaṭippassaddho.

“Demikian pula, Pangeran, para petapa atau brahmana mana pun yang tidak berdiam dengan tubuh dan pikiran terasing dari kenikmatan indria, dan keinginan indria, kecintaan indria, kegilaan indria, kehausan indria, dan gejolak indria terhadap kenikmatan indria itu tidak sepenuhnya ditinggalkan dan tidak sepenuhnya diredakan di dalam batin mereka—apakah mereka mengalami perasaan sakit, tajam, menyiksa, dan pedih akibat pengikhtiarannya ataupun tidak, mereka tidak mampu mencapai pengetahuan dan penglihatan, pencerahan tertinggi.

mn85:17.2

Opakkamikā cepi te bhonto samaṇabrāhmaṇā dukkhā tibbā kharā kaṭukā vedanā vedayanti, abhabbāva te ñāṇāya dassanāya anuttarāya sambodhāya.

Jika para petapa dan brahmana yang mulia itu dengan sengaja mengalami perasaan sakit yang tajam, keras, dan menyiksa, maka mereka sungguh tidak mampu mencapai pengetahuan, penglihatan, dan pencerahan sempurna yang tiada taranya.

mn85:17.3

No cepi te bhonto samaṇabrāhmaṇā opakkamikā dukkhā tibbā kharā kaṭukā vedanā vedayanti, abhabbāva te ñāṇāya dassanāya anuttarāya sambodhāya.

Jika para petapa dan brahmana yang mulia itu tidak dengan sengaja mengalami perasaan sakit yang tajam, keras, dan menyiksa, maka mereka pun sungguh tidak mampu mencapai pengetahuan, penglihatan, dan pencerahan sempurna yang tiada taranya.

mn85:17.4

Ayaṁ kho maṁ, rājakumāra, paṭhamā upamā paṭibhāsi anacchariyā pubbe assutapubbā.

Ini, Pangeran, adalah perumpamaan pertama yang terlintas dalam pikiranku, yang belum pernah kudengar sebelumnya.

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.