
Buddha
Guru yang menceritakan pencarian sebelum pencerahan dan jalan yang ditemukannya.
Khotbah dengan Pangeran Bodhi
Pangeran Bodhi berharap kebahagiaan diperoleh melalui penderitaan. Buddha menanggapinya dengan kisah pencarian-Nya sendiri dan menjelaskan lima kualitas yang dibutuhkan seorang siswa agar latihan berbuah. Inilah Bodhirājakumāra Sutta.

Guru yang menceritakan pencarian sebelum pencerahan dan jalan yang ditemukannya.
Pangeran yang mengundang Buddha ke istana Kokanada.
Kota tempat istana baru Pangeran Bodhi berada.
Keyakinan, kesehatan, kejujuran, semangat, dan kebijaksanaan membuat seseorang siap dibimbing menuju pembebasan.
mn85:61.1 Setelah itu, brahmana muda Sañjikāputta berkata kepada Pangeran Bodhi:
mn85:61.2 “Meskipun Yang Mulia Bodhi berkata demikian:
mn85:61.3 ‘Sungguh agung Buddha, sungguh agung Dhamma, sungguh baik Dhamma yang diajarkan dengan sempurna,’
mn85:61.4 namun Yang Mulia tidak pergi berlindung kepada Gotama yang mulia, kepada Dhamma, dan kepada Saṅgha para bhikkhu.”
mn85:61.5 “Jangan berkata demikian, sahabat Sañjikāputta, jangan berkata demikian!
mn85:61.6 Aku telah mendengar dan mempelajari hal ini langsung di hadapan ibuku yang mulia.”
mn85:61.7 “Pada suatu ketika, sahabat Sañjikāputta, Sang Bhagavā sedang berdiam di Kosambī, di Ghositārāma (Taman Ghosita).
mn85:61.8 Kemudian ibuku yang sedang hamil mendatangi Sang Bhagavā, memberi hormat kepada Beliau, lalu duduk di satu sisi. Setelah duduk di satu sisi, ibuku yang mulia berkata kepada Sang Bhagavā:
mn85:61.9 ‘Yang Mulia, putra atau putri yang ada di dalam kandunganku ini berlindung kepada Sang Bhagavā, kepada Dhamma, dan kepada Saṅgha para bhikkhu.
mn85:61.10 Mulai hari ini, sudilah Sang Bhagavā mengingatnya sebagai umat awam yang telah berlindung seumur hidup.’
mn85:61.11 Pada suatu ketika, sahabat Sañjikāputta, Sang Bhagavā sedang berdiam di sini, di negeri Bhagga, di Susumāragira, di Hutan Bhesakaḷā, taman rusa.
mn85:61.12 Kemudian pengasuhku menggendongku di pinggulnya, mendatangi Sang Bhagavā, memberi hormat kepada Beliau, lalu berdiri di satu sisi. Setelah berdiri di satu sisi, pengasuhku berkata kepada Sang Bhagavā:
mn85:61.13 ‘Yang Mulia, Pangeran Bodhi ini berlindung kepada Sang Bhagavā, kepada Dhamma, dan kepada Saṅgha para bhikkhu.
mn85:61.14 Mulai hari ini, sudilah Sang Bhagavā mengingatnya sebagai umat awam yang telah berlindung seumur hidup.’
mn85:61.15 Sekarang, sahabat Sañjikāputta, untuk ketiga kalinya aku berlindung kepada Sang Bhagavā, kepada Dhamma, dan kepada Saṅgha para bhikkhu.
mn85:61.16 Mulai hari ini, sudilah Sang Bhagavā mengingatku sebagai umat awam yang telah berlindung seumur hidup.”
mn85:61.17 Selesai Sutta Pangeran Bodhi, yang kelima.
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.