
Buddha
Guru yang menceritakan pencarian sebelum pencerahan dan jalan yang ditemukannya.
Khotbah dengan Pangeran Bodhi
Pangeran Bodhi berharap kebahagiaan diperoleh melalui penderitaan. Buddha menanggapinya dengan kisah pencarian-Nya sendiri dan menjelaskan lima kualitas yang dibutuhkan seorang siswa agar latihan berbuah. Inilah Bodhirājakumāra Sutta.

Guru yang menceritakan pencarian sebelum pencerahan dan jalan yang ditemukannya.
Pangeran yang mengundang Buddha ke istana Kokanada.
Kota tempat istana baru Pangeran Bodhi berada.
Keyakinan, kesehatan, kejujuran, semangat, dan kebijaksanaan membuat seseorang siap dibimbing menuju pembebasan.
mn85:49.1 Kemudian, Pangeran, setelah aku berdiam di Uruvelā selama yang kukehendaki, aku berangkat menuju Bārāṇasī.
mn85:49.2 Ketika aku sedang menempuh perjalanan di antara Gayā dan Bodhi, Pangeran, Upaka si Ājīvaka melihatku.
mn85:49.3 Setelah melihatku, ia berkata:
mn85:49.4 ‘Sahabat, indriamu sangat jernih, kulitmu bersih dan cemerlang.
mn85:49.5 “Sahabat, atas nama siapa engkau meninggalkan keduniawian? Siapakah gurumu? Ajaran siapakah yang engkau percayai?”
mn85:49.6 Ketika ditanya demikian, aku, Pangeran, menjawab Upaka si Ājīvaka dalam syair:
mn85:49.7 “Aku adalah penakluk segala, pengenal segala,
mn85:49.8 tidak ternoda di tengah segala fenomena;
mn85:49.9 aku telah melepaskan segala, terbebas dalam padamnya nafsu keinginan.”
mn85:49.10 Karena aku mengetahuinya sendiri, siapakah yang harus kuikuti?
mn85:49.11 Aku tidak memiliki guru.
mn85:49.12 Tidak ada seorang pun yang setara denganku.
mn85:49.13 Di dunia beserta para dewanya,
mn85:49.14 tidak ada tandinganku.
mn85:49.15 Sebab di dunia ini, aku adalah yang telah sempurna,
mn85:49.16 aku adalah Guru tertinggi;
mn85:49.17 Aku sendirilah yang telah tercerahkan sempurna,
mn85:49.18 aku telah sejuk, telah padam.
mn85:49.19 Untuk memutar Roda Dhamma,
mn85:49.20 aku pergi ke kota Kāsi;
mn85:49.21 Di dunia yang begitu buta ini,
mn85:49.22 aku akan memukul genderang keabadian!’
mn85:49.23 ‘Sesuai dengan apa yang engkau nyatakan, sahabat, engkau seharusnya menjadi Sang Penakluk Tanpa Batas.’
mn85:49.24 ‘Para penakluk adalah mereka yang, seperti aku,
mn85:49.25 yang telah mencapai akhir kekotoran batin.
mn85:49.26 Telah kutaklukkan kualitas-kualitas jahat, Upaka—
mn85:49.27 maka dari itu, Upaka, aku adalah seorang penakluk.’
mn85:49.28 Setelah aku berkata demikian, Upaka si pengikut Ājīvaka berkata, ‘Jika engkau berkata demikian, sahabat.’ Sambil menggelengkan kepalanya, ia mengambil jalan yang salah dan pergi.
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.