mn85:19.1 Kemudian, Pangeran, perumpamaan ketiga terlintas dalam pikiranku, yang belum pernah kudengar sebelumnya.
mn85:19.2 Misalkan, Pangeran, ada sebatang kayu kering yang layu, diletakkan di tanah kering yang jauh dari air.
mn85:19.3 Kemudian seseorang datang membawa kayu penggesek:
mn85:19.4 'Aku akan menyalakan api dan memunculkan panas.'
mn85:19.5 Bagaimana menurutmu, Pangeran,
mn85:19.6 dapatkah orang itu, dengan menggesekkan kayu penggesek pada kayu kering yang layu itu yang berada di tanah kering jauh dari air, menyalakan api dan memunculkan panas?"
mn85:19.7 "Ya, Bhante.
mn85:19.8 Apa sebabnya?
mn85:19.9 Karena itu, Bhante, adalah sebatang kayu kering yang layu, dan tergeletak di tanah kering yang jauh dari air.”
mn85:19.10 “Demikian pula, Pangeran, para petapa atau brahmana mana pun yang berdiam dengan tubuh dan pikiran terasing dari kenikmatan indria, dan bagi mereka keinginan indria, cinta indria, kegilaan indria, kehausan indria, dan gejolak indria terhadap kenikmatan indria telah sepenuhnya ditinggalkan dan diredakan di dalam batin. Baik mereka mengalami perasaan sakit, tajam, keras, dan menyengat akibat usaha, maupun tidak, mereka mampu mencapai pengetahuan dan penglihatan, pencerahan sempurna yang tertinggi.
mn85:19.11 Jika para petapa dan brahmana yang mulia itu mengalami perasaan sakit, tajam, keras, dan menyengat akibat usaha, mereka tetap mampu mencapai pengetahuan dan penglihatan, pencerahan sempurna yang tertinggi.
mn85:19.12 Jika para petapa dan brahmana yang mulia itu tidak mengalami perasaan sakit, tajam, keras, dan menyengat akibat usaha, mereka tetap mampu mencapai pengetahuan dan penglihatan, pencerahan sempurna yang tertinggi.
mn85:19.13 Inilah, Pangeran, perumpamaan ketiga yang terlintas dalam pikiranku, yang belum pernah kudengar sebelumnya.”
mn85:19.14 Wahai Pangeran, tiga perumpamaan ini muncul padaku, yang bukan merupakan hal yang ajaib, juga belum pernah kudengar sebelumnya di masa lampau.