mn85:18.1 Kemudian, Pangeran, sebuah perumpamaan kedua terlintas dalam pikiranku, yang belum pernah terdengar sebelumnya.
mn85:18.2 Misalkan, Pangeran, ada sebatang kayu yang masih hijau dan bergetah, terletak di tanah kering yang jauh dari air.
mn85:18.3 Kemudian seseorang datang membawa tongkat kayu untuk menyalakan api,
mn85:18.4 berniat, ‘Aku akan menyalakan api dan memunculkan panas.’
mn85:18.5 Bagaimana menurutmu, Pangeran,
mn85:18.6 dapatkah orang itu, dengan menggosokkan tongkat kayu pada batang kayu yang masih hijau dan bergetah itu, yang terletak di tanah kering jauh dari air, menyalakan api dan memunculkan panas?”
mn85:18.7 “Tidak, Bhante.
mn85:18.8 Mengapa demikian?
mn85:18.9 Karena, Bhante, batang kayu itu masih hijau dan bergetah, meskipun terletak di tanah kering jauh dari air.
mn85:18.10 Orang itu hanya akan memperoleh kelelahan dan kekecewaan.”
mn85:18.11 “Demikian pula, Pangeran, para petapa atau brahmana mana pun yang berdiam dengan tubuh dan pikiran terasing dari kenikmatan indria, tetapi keinginan indria, kasih sayang indria, kegilaan indria, kehausan indria, dan gejolak indria terhadap kenikmatan indria itu belum sepenuhnya ditinggalkan dan ditenangkan di dalam batin mereka.
mn85:18.12 Meskipun para petapa dan brahmana yang mulia itu mengalami perasaan sakit, tajam, keras, dan menyengat akibat usaha mereka, mereka tetap tidak mampu mencapai pengetahuan, penglihatan, dan pencerahan sempurna yang tertinggi.
mn85:18.13 Jika para petapa dan brahmana itu tidak merasakan sakit yang ditimbulkan oleh usaha sendiri, yang tajam, keras, dan menyiksa, maka mereka tidak akan mampu mencapai pengetahuan, penglihatan, dan pencerahan tertinggi.
mn85:18.14 Inilah, Pangeran, perumpamaan kedua yang terlintas dalam pikiranku, yang belum pernah kudengar sebelumnya.