mn83:4.1 Kemudian, Ānanda, setelah berlalu bertahun-tahun, berabad-abad, dan beribu-ribu tahun, Raja Maghadeva memanggil tukang cukurnya:
mn83:4.2 ‘Tukang cukurku yang baik, ketika engkau melihat uban tumbuh di kepalaku, maka beritahukanlah kepadaku.’
mn83:4.3 ‘Baik, Baginda,’ jawab tukang cukur itu kepada Raja Maghadeva.
mn83:4.4 Dan setelah berlalu bertahun-tahun, berabad-abad, dan beribu-ribu tahun, tukang cukur itu melihat uban telah tumbuh di kepala Raja Maghadeva.
mn83:4.5 Setelah melihatnya, ia berkata kepada Raja Maghadeva:
mn83:4.6 ‘Para utusan dewata telah menampakkan diri kepada Baginda. Uban terlihat telah tumbuh di kepala Baginda.’
mn83:4.7 ‘Kalau begitu, sahabat tukang cukur, cabutlah uban-uban itu dengan hati-hati menggunakan penjepit dan letakkan di telapak tanganku.’
mn83:4.8 ‘Baik, Yang Mulia,’ jawab tukang cukur itu kepada Raja Maghadeva, lalu ia mencabut uban-uban itu dengan hati-hati menggunakan penjepit dan meletakkannya di telapak tangan Raja Maghadeva.
mn83:4.9 Kemudian, Ānanda, Raja Maghadeva memberikan sebuah desa sebagai hadiah kepada tukang cukur itu, lalu memanggil pangeran putra sulungnya dan berkata:
mn83:4.10 ‘Anakku pangeran, para utusan para dewa telah menampakkan diri kepadaku;
mn83:4.11 uban-uban telah terlihat tumbuh di kepalaku.
mn83:4.12 Aku telah menikmati kenikmatan-kenikmatan manusiawi.
mn83:4.13 Kini telah tiba waktunya untuk mencari kenikmatan-kenikmatan surgawi.
mn83:4.14 Marilah, anakku, pangeran, engkau memerintah kerajaan ini.
mn83:4.15 Maka aku akan mencukur rambut dan janggut, mengenakan jubah kuning, dan meninggalkan kehidupan berumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.
mn83:4.16 Karena itu, Pangeran yang kusayangi, ketika engkau kelak melihat uban tumbuh di kepalamu, maka setelah memberikan desa hadiah kepada tukang cukur dan menasihati putra sulungmu dengan baik dalam hal pemerintahan, engkau pun harus mencukur rambut dan janggut, mengenakan jubah kuning, dan meninggalkan kehidupan berumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.
mn83:4.17 Teruskanlah praktik baik yang telah kuletakkan ini. Janganlah engkau menjadi orang terakhirku.
mn83:4.18 Ketika sepasang manusia hidup, siapa yang memutus praktik baik semacam itu, dialah orang terakhir di antara mereka.
mn83:4.19 Oleh karena itu, anakku, aku katakan kepadamu—
mn83:4.20 Teruskanlah praktik baik ini yang telah kuletakkan. Janganlah engkau menjadi orang terakhir bagiku.'”