MN 83

Maghadevasutta

Khotbah tentang Raja Maghadeva

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn83:16.1 Kemudian, Ānanda, Sakka, raja para dewa, berkata kepada Mātali, pengatur kereta perangnya:

mn83:16.2 ‘Mari, sahabat Mātali, pasanglah kereta perang yang ditarik seribu kuda berdarah murni, dan hantarlah Raja Nimi kembali ke Mithilā saat itu juga.’

mn83:16.3 ‘Baik, Yang Mulia,’ jawab Mātali, pengatur kereta perang itu kepada Sakka, raja para dewa, lalu memasang kereta perang yang ditarik seribu kuda berdarah murni dan menghantar Raja Nimi kembali ke Mithilā saat itu juga.

mn83:16.4 Dan di sana, Ānanda, Raja Nimi menjalankan pemerintahan dengan adil terhadap para brahmana dan perumah tangga, baik di kota maupun di pedesaan, dan ia menjalankan uposatha pada hari keempat belas, kelima belas, dan kedelapan dari setiap setengah bulan.

mn83:16.5 Kemudian, Ānanda, setelah berlalu bertahun-tahun, beratus-ratus tahun, beribu-ribu tahun, Raja Nimi memanggil tukang cukurnya:

mn83:16.6 ‘Sahabarku, tukang cukur, ketika engkau melihat uban tumbuh di kepalaku, mohon beritahu aku.’

mn83:16.7 ‘Baik, Baginda,’ jawab tukang cukur itu kepada Raja Nimi, dan semuanya terjadi seperti sebelumnya.

mn83:16.8 Setelah bertahun-tahun, berabad-abad, dan beribu-ribu tahun berlalu, Ānanda, tukang cukur itu melihat uban telah tumbuh di kepala Raja Nimi.

mn83:16.9 Setelah melihatnya, ia berkata kepada Raja Nimi:

mn83:16.10 ‘Para utusan dewata telah tampak, Baginda;

mn83:16.11 terlihat uban telah tumbuh di kepala.’

mn83:16.12 ‘Kalau begitu, sahabatku tukang cukur, cabutlah uban-uban itu dengan penjepit secara saksama dan letakkan di telapak tanganku.’

mn83:16.13 ‘Baik, Baginda,’ jawab tukang cukur itu kepada Raja Nimi, lalu ia mencabut uban-uban itu dengan penjepit secara saksama dan meletakkannya di telapak tangan Raja Nimi.

mn83:16.14 Kemudian, Ānanda, Raja Nimi memberikan hadiah sebuah desa kepada tukang cukur itu, lalu memanggil putra sulungnya dan berkata:

mn83:16.15 ‘Para utusan dewata telah tampak bagiku, anakku;

mn83:16.16 Terlihat uban telah tumbuh di kepalaku;

mn83:16.17 dan aku telah menikmati kenikmatan indria manusia;

mn83:16.18 sekarang sudah waktunya untuk mencari kenikmatan indria surgawi.

mn83:16.19 Marilah, anakku, ambillah alih kerajaan ini.

mn83:16.20 Sedangkan aku, setelah mencukur rambut dan janggut, mengenakan jubah kuning, akan meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.

mn83:16.21 Oleh karena itu, anakku, ketika engkau pun melihat uban tumbuh di kepalamu, maka setelah memberikan hadiah yang layak kepada tukang cukur, setelah menasihati putra sulungmu dengan baik dalam hal kerajaan, engkau pun harus mencukur rambut dan janggut, mengenakan jubah kuning, dan meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.

mn83:16.22 Dengan demikian engkau akan meneruskan praktik baik yang telah kuwariskan ini, dan janganlah engkau menjadi orang terakhir dalam garis keturunanku.

mn83:16.23 Sebab, anakku, pada generasi mana pun praktik baik semacam ini terputus, maka orang itulah yang menjadi orang terakhir dalam garis keturunan itu.

mn83:16.24 Oleh karena itu, anakku, aku berkata kepadamu:

mn83:16.25 'Dengan demikian engkau akan meneruskan praktik baik yang telah kuwariskan ini, dan janganlah engkau menjadi orang terakhir dalam garis keturunanku.'”

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.