‹
MN 83

Maghadevasutta

Khotbah tentang Raja Maghadeva

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 83

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Di sebuah hutan mangga, Buddha menceritakan Raja Makhādeva yang mewariskan tradisi meninggalkan takhta ketika uban pertama muncul. Tradisi luhur itu bertahan lama, tetapi jalan Buddha membawa lebih jauh menuju akhir penderitaan. Inilah Makhādeva Sutta.

TOKOH

Raja Makhādeva

Raja masa lampau yang menjadikan uban pertama sebagai panggilan meninggalkan kehidupan istana.

Ānanda
TOKOH

Ānanda

Murid yang mendengar kisah tradisi kuno tersebut.

TEMPAT

Mithilā

Kota kerajaan Makhādeva dan hutan mangganya.

GAGASAN

Warisan yang melampaui tradisi

Tradisi baik dapat bertahan lintas generasi, tetapi Jalan Mulia berharga karena menuntun bukan hanya ke kelahiran baik, melainkan ke pembebasan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha menceritakan kisah Raja Makhādeva, penguasa yang menjalani tradisi panjang kehidupan bajik. Ketika tukang cukurnya menemukan rambut putih pertama di kepala sang raja, Makhādeva melihatnya sebagai ‘utusan dewa’ yang mengingatkan bahwa usia tua telah datang. Ia menyerahkan kerajaan kepada putranya dan meninggalkan kehidupan rumah tangga untuk mengembangkan kediaman luhur. Tradisi itu diteruskan dari generasi ke generasi tetapi akhirnya terputus. Buddha mengungkapkan bahwa beliau sendiri adalah Makhādeva pada kehidupan lampau. Namun jalan baik pada masa itu hanya membawa ke alam Brahmā; kini beliau telah menemukan jalan yang jauh lebih lengkap—Jalan Mulia Berunsur Delapan yang membawa sampai berakhirnya penderitaan.

mn83:13.1 Once upon a time, Ānanda, while the gods of the thirty-three were sitting together in the Hall of Clear Right, this discussion came up among them:

mn83:13.2 ‘The people of Videha are so fortunate, so very fortunate

mn83:13.3 to have Nimi as their king. He is a just and principled king, a great king who stands by his duty.

mn83:13.4 He justly treats brahmins and householders, and people of town and country.

mn83:13.5 And he observes the sabbath on the fourteenth, fifteenth, and eighth of the fortnight.’

mn83:13.6 Then Sakka, lord of gods, addressed the gods of the thirty-three,

mn83:13.7 ‘Good fellows, would you like to see King Nimi?’

mn83:13.9 Now at that time it was the fifteenth day sabbath, and King Nimi had bathed his head and was sitting upstairs in the royal longhouse to observe the sabbath.

mn83:13.10 Then, as easily as a strong person would extend or contract their arm, Sakka vanished from the thirty-three gods and reappeared in front of King Nimi.

mn83:13.12 ‘You’re fortunate, Great King, so very fortunate.

mn83:13.13 The gods of the thirty-three were sitting together in the Hall of Clear Right, where they were singing your praises.

mn83:13.19 I shall send a chariot harnessed with a thousand thoroughbreds for you, Great King.

mn83:13.20 Mount the heavenly chariot, Great King, without wavering!’

mn83:13.22 Then, knowing that the king had consented, as easily as a strong person would extend or contract their arm, Sakka vanished from King Nimi and reappeared among the gods of the thirty-three.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.