Buddha Kassapa
Buddha masa lampau yang dihormati Ghaṭīkāra.
Khotbah tentang Ghaṭīkāra
Buddha mengenang masa Buddha Kassapa dan persahabatan luar biasa antara perajin tembikar Ghaṭīkāra dengan pemuda Jotipāla. Kisah ini memperlihatkan bakti seorang umat dan perjalanan masa lampau calon Buddha. Inilah Ghaṭīkāra Sutta.
Buddha masa lampau yang dihormati Ghaṭīkāra.
Perajin tembikar sederhana, umat utama yang merawat orang tuanya dan menopang Buddha Kassapa.
Sahabat Ghaṭīkāra yang kelak dikenang sebagai kehidupan lampau Buddha Gotama.
Permukiman kuno yang menjadi latar kisah Ghaṭīkāra.
Kedalaman bakti tidak ditentukan kekayaan; pelayanan kepada orang tua dan dukungan tulus pada Dhamma menjadi inti kehidupan Ghaṭīkāra.
Buddha menceritakan kehidupan lampau pada masa Buddha Kassapa. Saat itu seorang pembuat tembikar bernama Ghaṭīkāra merupakan umat awam utama Buddha Kassapa dan hidup sederhana sambil merawat kedua orang tuanya yang buta. Sahabatnya, pemuda Jotipāla, mula-mula enggan menemui Buddha Kassapa dan bahkan harus dibujuk berulang kali oleh Ghaṭīkāra. Setelah akhirnya mendengar Dhamma, Jotipāla memperoleh keyakinan dan meninggalkan kehidupan rumah tangga. Kisah juga memperlihatkan kedekatan luar biasa Ghaṭīkāra dengan Buddha Kassapa dan ketidakmelekatannya pada harta. Di akhir kisah terungkap bahwa Jotipāla pada kehidupan lampau itu adalah Buddha Gotama sebelum pencerahan.
mn81:23.1 Ānanda, mungkin engkau berpikir:
mn81:23.2 ‘Pasti pemuda Jotipāla pada waktu itu adalah orang lain?’
mn81:23.3 Tetapi, Ānanda, tidaklah demikian seharusnya engkau melihatnya.
mn81:23.4 Aku sendiri adalah pemuda Jotipāla pada waktu itu.”
mn81:23.5 Demikianlah yang dikatakan oleh Bhagavā.
mn81:23.6 Dengan gembira, Yang Mulia Ānanda menyetujui apa yang dikatakan oleh Bhagavā.
mn81:23.7 Selesailah Ghaṭīkāra Sutta, yang pertama.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.