‹
MN 81

Ghaṭikārasutta

Khotbah tentang Ghaṭīkāra

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 81

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Buddha mengenang masa Buddha Kassapa dan persahabatan luar biasa antara perajin tembikar Ghaṭīkāra dengan pemuda Jotipāla. Kisah ini memperlihatkan bakti seorang umat dan perjalanan masa lampau calon Buddha. Inilah Ghaṭīkāra Sutta.

TOKOH

Buddha Kassapa

Buddha masa lampau yang dihormati Ghaṭīkāra.

TOKOH

Ghaṭīkāra

Perajin tembikar sederhana, umat utama yang merawat orang tuanya dan menopang Buddha Kassapa.

TOKOH

Jotipāla

Sahabat Ghaṭīkāra yang kelak dikenang sebagai kehidupan lampau Buddha Gotama.

TEMPAT

Vebhaliṅga

Permukiman kuno yang menjadi latar kisah Ghaṭīkāra.

GAGASAN

Kesetiaan yang sederhana

Kedalaman bakti tidak ditentukan kekayaan; pelayanan kepada orang tua dan dukungan tulus pada Dhamma menjadi inti kehidupan Ghaṭīkāra.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha menceritakan kehidupan lampau pada masa Buddha Kassapa. Saat itu seorang pembuat tembikar bernama Ghaṭīkāra merupakan umat awam utama Buddha Kassapa dan hidup sederhana sambil merawat kedua orang tuanya yang buta. Sahabatnya, pemuda Jotipāla, mula-mula enggan menemui Buddha Kassapa dan bahkan harus dibujuk berulang kali oleh Ghaṭīkāra. Setelah akhirnya mendengar Dhamma, Jotipāla memperoleh keyakinan dan meninggalkan kehidupan rumah tangga. Kisah juga memperlihatkan kedekatan luar biasa Ghaṭīkāra dengan Buddha Kassapa dan ketidakmelekatannya pada harta. Di akhir kisah terungkap bahwa Jotipāla pada kehidupan lampau itu adalah Buddha Gotama sebelum pencerahan.

mn81:19.1 This one time, Great King, I was staying near the market town of Vebhaliṅga.

mn81:19.2 Then I robed up in the morning and, taking my bowl and robe, went to the home of Ghaṭīkāra’s parents, where I said to them,

mn81:19.3 “Excuse me, where has Bhaggava gone?”

mn81:19.4 “Your supporter has gone out, sir. But take rice from the pot and sauce from the pan and eat.”

mn81:19.5 So that’s what I did. And after eating I rose from my seat and left.

mn81:19.6 Then Ghaṭīkāra went up to his parents and said,

mn81:19.7 “Who took rice from the pot and sauce from the pan, ate it, and left?”

mn81:19.8 “It was the Buddha Kassapa, my dear.”

mn81:19.10 “I’m so fortunate, so very fortunate,

mn81:19.11 in that the Buddha Kassapa trusts me so much!”

mn81:19.12 Then joy and happiness did not leave him for a fortnight, or his parents for a week.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.