MN 7

Vatthasutta

Khotbah tentang Perumpamaan Kain

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

mn7:5.1

Yato kho, bhikkhave, bhikkhuno ‘abhijjhāvisamalobho cittassa upakkileso’ti—iti viditvā abhijjhāvisamalobho cittassa upakkileso pahīno hoti,

Ketika, para bhikkhu, seorang bhikkhu telah memahami ‘ketamakan dan keinginan yang tidak selayaknya adalah noda batin’—setelah mengetahui demikian, ketamakan dan keinginan yang tidak selayaknya sebagai noda batin telah dilepaskan,

mn7:5.2

‘byāpādo cittassa upakkileso’ti—

‘Kebencian adalah noda batin’—

mn7:5.3

iti viditvā byāpādo cittassa upakkileso pahīno hoti;

setelah mengetahui demikian, kebencian sebagai noda batin telah dilepaskan;

mn7:5.4

‘kodho cittassa upakkileso’ti—

‘Kemarahan adalah noda batin’—

mn7:5.5

iti viditvā kodho cittassa upakkileso pahīno hoti;

setelah mengetahui demikian, kemarahan sebagai noda batin telah dilepaskan;

mn7:5.6

‘upanāho cittassa upakkileso’ti—

‘Dendam adalah noda batin’—

mn7:5.7

iti viditvā upanāho cittassa upakkileso pahīno hoti;

setelah mengetahui demikian, dendam sebagai noda batin telah dilepaskan;

mn7:5.8

‘makkho cittassa upakkileso’ti—

‘Kemunafikan adalah noda batin’—

mn7:5.9

iti viditvā makkho cittassa upakkileso pahīno hoti;

setelah mengetahui demikian, kemunafikan sebagai noda batin telah dilepaskan;

mn7:5.10

‘paḷāso cittassa upakkileso’ti—

‘Kekotoran batin adalah noda pikiran’—

mn7:5.11

iti viditvā paḷāso cittassa upakkileso pahīno hoti;

setelah mengetahui demikian, kekotoran batin sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;

mn7:5.12

‘issā cittassa upakkileso’ti—

‘Iri hati adalah noda pikiran’—

mn7:5.13

iti viditvā issā cittassa upakkileso pahīno hoti;

setelah mengetahui demikian, iri hati sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;

mn7:5.14

‘macchariyaṁ cittassa upakkileso’ti—

‘Kekikiran adalah noda pikiran’—

mn7:5.15

iti viditvā macchariyaṁ cittassa upakkileso pahīno hoti;

setelah mengetahui demikian, kekikiran sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;

mn7:5.16

‘māyā cittassa upakkileso’ti—

‘Tipu daya adalah noda pikiran’—

mn7:5.17

iti viditvā māyā cittassa upakkileso pahīno hoti;

setelah mengetahui demikian, tipu daya sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;

mn7:5.18

‘sāṭheyyaṁ cittassa upakkileso’ti—

‘Kemunafikan adalah noda pikiran’—

mn7:5.19

iti viditvā sāṭheyyaṁ cittassa upakkileso pahīno hoti;

setelah mengetahui demikian, kemunafikan sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;

mn7:5.20

‘thambho cittassa upakkileso’ti—

‘Kekeraskepalaan adalah noda pikiran’—

mn7:5.21

iti viditvā thambho cittassa upakkileso pahīno hoti;

setelah mengetahui demikian, kekeraskepalaan sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;

mn7:5.22

‘sārambho cittassa upakkileso’ti—

‘Kesombongan adalah noda pikiran’—

mn7:5.23

iti viditvā sārambho cittassa upakkileso pahīno hoti;

setelah mengetahui demikian, kesombongan sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;

mn7:5.24

‘māno cittassa upakkileso’ti—

‘Keangkuhan adalah noda pikiran’—

mn7:5.25

iti viditvā māno cittassa upakkileso pahīno hoti;

setelah mengetahui demikian, keangkuhan sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;

mn7:5.26

‘atimāno cittassa upakkileso’ti—

‘Kesombongan berlebihan adalah noda pikiran’—

mn7:5.27

iti viditvā atimāno cittassa upakkileso pahīno hoti;

setelah mengetahui demikian, kesombongan berlebihan sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;

mn7:5.28

‘mado cittassa upakkileso’ti—

‘Kemabukan adalah noda pikiran’—

mn7:5.29

iti viditvā mado cittassa upakkileso pahīno hoti;

setelah mengetahui demikian, kemabukan sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;

mn7:5.30

‘pamādo cittassa upakkileso’ti—

‘Kelengahan adalah noda batin’—

mn7:5.31

iti viditvā pamādo cittassa upakkileso pahīno hoti.

setelah mengetahui hal ini, kelengahan sebagai noda batin telah ditinggalkan.

mn7:5.32

So buddhe aveccappasādena samannāgato hoti:

Ia memiliki keyakinan penuh keyakinan pada Buddha:

mn7:5.33

‘itipi so bhagavā arahaṁ sammāsambuddho vijjācaraṇasampanno sugato lokavidū anuttaro purisadammasārathi satthā devamanussānaṁ buddho bhagavā’ti;

‘Sungguh, Yang Terberkahi adalah Yang Layak, Yang Tercerahkan Sempurna, sempurna dalam pengetahuan dan perilaku, Yang Sempurna Menempuh Jalan, pengenal dunia, pembimbing utama bagi mereka yang layak dilatih, guru para dewa dan manusia, Yang Tercerahkan, Yang Terberkahi’;

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.