Buddha
Guru yang menggunakan perumpamaan sederhana agar para pendengar memahami hubungan antara batin dan latihan.
Khotbah tentang Perumpamaan Kain
Dengan perumpamaan kain, sutta ini menunjukkan bahwa batin yang ternoda sulit menerima warna yang indah. Bila noda dilepaskan, keyakinan dan kejernihan dapat berkembang dengan alami.
Guru yang menggunakan perumpamaan sederhana agar para pendengar memahami hubungan antara batin dan latihan.
Tempat ajaran diberikan kepada para bhikkhu dengan bahasa perumpamaan yang dekat dengan hidup sehari-hari.
Seperti kain kotor sulit diwarnai, batin yang dipenuhi noda sulit menerima kebaikan secara utuh.
Tena kho pana samayena sundarikabhāradvājo brāhmaṇo bhagavato avidūre nisinno hoti.
Pada saat itu, brahmana Sundarikabhāradvāja sedang duduk tidak jauh dari Bhagavā.
Atha kho sundarikabhāradvājo brāhmaṇo bhagavantaṁ etadavoca:
Kemudian brahmana Sundarikabhāradvāja berkata kepada Bhagavā:
“gacchati pana bhavaṁ gotamo bāhukaṁ nadiṁ sināyitun”ti?
“Tetapi apakah Yang Mulia Gotama pergi ke Sungai Bāhukā untuk mandi?”
“Kiṁ, brāhmaṇa, bāhukāya nadiyā?
“Brahmana, apa gunanya pergi ke Sungai Bāhukā?
Kiṁ bāhukā nadī karissatī”ti?
Apa yang dapat dilakukan Sungai Bāhukā?”
“Lokkhasammatā hi, bho gotama, bāhukā nadī bahujanassa, puññasammatā hi, bho gotama, bāhukā nadī bahujanassa, bāhukāya pana nadiyā bahujano pāpakammaṁ kataṁ pavāhetī”ti.
“Sungguh, Yang Mulia Gotama, sungai Bāhukā dianggap suci oleh banyak orang, dianggap membawa jasa oleh banyak orang, dan banyak orang membasuh perbuatan buruk mereka di sungai Bāhukā.”