mn7:5.1 Ketika, para bhikkhu, seorang bhikkhu telah memahami ‘ketamakan dan keinginan yang tidak selayaknya adalah noda batin’—setelah mengetahui demikian, ketamakan dan keinginan yang tidak selayaknya sebagai noda batin telah dilepaskan,
mn7:5.2 ‘Kebencian adalah noda batin’—
mn7:5.3 setelah mengetahui demikian, kebencian sebagai noda batin telah dilepaskan;
mn7:5.4 ‘Kemarahan adalah noda batin’—
mn7:5.5 setelah mengetahui demikian, kemarahan sebagai noda batin telah dilepaskan;
mn7:5.6 ‘Dendam adalah noda batin’—
mn7:5.7 setelah mengetahui demikian, dendam sebagai noda batin telah dilepaskan;
mn7:5.8 ‘Kemunafikan adalah noda batin’—
mn7:5.9 setelah mengetahui demikian, kemunafikan sebagai noda batin telah dilepaskan;
mn7:5.10 ‘Kekotoran batin adalah noda pikiran’—
mn7:5.11 setelah mengetahui demikian, kekotoran batin sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;
mn7:5.12 ‘Iri hati adalah noda pikiran’—
mn7:5.13 setelah mengetahui demikian, iri hati sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;
mn7:5.14 ‘Kekikiran adalah noda pikiran’—
mn7:5.15 setelah mengetahui demikian, kekikiran sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;
mn7:5.16 ‘Tipu daya adalah noda pikiran’—
mn7:5.17 setelah mengetahui demikian, tipu daya sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;
mn7:5.18 ‘Kemunafikan adalah noda pikiran’—
mn7:5.19 setelah mengetahui demikian, kemunafikan sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;
mn7:5.20 ‘Kekeraskepalaan adalah noda pikiran’—
mn7:5.21 setelah mengetahui demikian, kekeraskepalaan sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;
mn7:5.22 ‘Kesombongan adalah noda pikiran’—
mn7:5.23 setelah mengetahui demikian, kesombongan sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;
mn7:5.24 ‘Keangkuhan adalah noda pikiran’—
mn7:5.25 setelah mengetahui demikian, keangkuhan sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;
mn7:5.26 ‘Kesombongan berlebihan adalah noda pikiran’—
mn7:5.27 setelah mengetahui demikian, kesombongan berlebihan sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;
mn7:5.28 ‘Kemabukan adalah noda pikiran’—
mn7:5.29 setelah mengetahui demikian, kemabukan sebagai noda pikiran telah ditinggalkan;
mn7:5.30 ‘Kelengahan adalah noda batin’—
mn7:5.31 setelah mengetahui hal ini, kelengahan sebagai noda batin telah ditinggalkan.
mn7:5.32 Ia memiliki keyakinan penuh keyakinan pada Buddha:
mn7:5.33 ‘Sungguh, Yang Terberkahi adalah Yang Layak, Yang Tercerahkan Sempurna, sempurna dalam pengetahuan dan perilaku, Yang Sempurna Menempuh Jalan, pengenal dunia, pembimbing utama bagi mereka yang layak dilatih, guru para dewa dan manusia, Yang Tercerahkan, Yang Terberkahi’;