Buddha
Guru yang menggunakan perumpamaan sederhana agar para pendengar memahami hubungan antara batin dan latihan.
Khotbah tentang Perumpamaan Kain
Dengan perumpamaan kain, sutta ini menunjukkan bahwa batin yang ternoda sulit menerima warna yang indah. Bila noda dilepaskan, keyakinan dan kejernihan dapat berkembang dengan alami.
Guru yang menggunakan perumpamaan sederhana agar para pendengar memahami hubungan antara batin dan latihan.
Tempat ajaran diberikan kepada para bhikkhu dengan bahasa perumpamaan yang dekat dengan hidup sehari-hari.
Seperti kain kotor sulit diwarnai, batin yang dipenuhi noda sulit menerima kebaikan secara utuh.
mn7:22.1 Dan brahmana Bhāradvāja dari Sundarikā itu menerima penahbisan, menerima upasampadā di hadapan Bhagavā.
mn7:22.2 Tidak lama setelah penahbisannya, Yang Mulia Bhāradvāja, hidup sendirian, mengasingkan diri, tekun, bersemangat, dan bertekad, segera merealisasikan tujuan tertinggi dari kehidupan suci dalam kehidupan ini juga. Ia hidup setelah mencapai dengan kebijaksanaan langsungnya sendiri tujuan yang karenanya para putra keluarga dengan benar meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.
mn7:22.3 Ia memahami: “Kelahiran telah berakhir; kehidupan suci telah dijalani; apa yang harus dilakukan telah dilakukan; tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.”
mn7:22.4 Dan Yang Mulia Bhāradvāja menjadi salah satu dari para Arahant.
mn7:22.5 Selesailah Vatthasutta, yang ketujuh.