MN 7

Vatthasutta

Khotbah tentang Perumpamaan Kain

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Kenali Dunia dalam Sutta Ini

Dengan perumpamaan kain, sutta ini menunjukkan bahwa batin yang ternoda sulit menerima warna yang indah. Bila noda dilepaskan, keyakinan dan kejernihan dapat berkembang dengan alami.

Tokoh · Visual menyusul

Buddha

Guru yang menggunakan perumpamaan sederhana agar para pendengar memahami hubungan antara batin dan latihan.

Tempat · Visual menyusul

Jetavana, Sāvatthī

Tempat ajaran diberikan kepada para bhikkhu dengan bahasa perumpamaan yang dekat dengan hidup sehari-hari.

Konsep · Visual menyusul

Kain dan Batin

Seperti kain kotor sulit diwarnai, batin yang dipenuhi noda sulit menerima kebaikan secara utuh.

mn7:22.1 Dan brahmana Bhāradvāja dari Sundarikā itu menerima penahbisan, menerima upasampadā di hadapan Bhagavā.

mn7:22.2 Tidak lama setelah penahbisannya, Yang Mulia Bhāradvāja, hidup sendirian, mengasingkan diri, tekun, bersemangat, dan bertekad, segera merealisasikan tujuan tertinggi dari kehidupan suci dalam kehidupan ini juga. Ia hidup setelah mencapai dengan kebijaksanaan langsungnya sendiri tujuan yang karenanya para putra keluarga dengan benar meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.

mn7:22.3 Ia memahami: “Kelahiran telah berakhir; kehidupan suci telah dijalani; apa yang harus dilakukan telah dilakukan; tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.”

mn7:22.4 Dan Yang Mulia Bhāradvāja menjadi salah satu dari para Arahant.

mn7:22.5 Selesailah Vatthasutta, yang ketujuh.

SUMBER TEKS
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗