Buddha
Guru yang menggunakan perumpamaan sederhana agar para pendengar memahami hubungan antara batin dan latihan.
Khotbah tentang Perumpamaan Kain
Dengan perumpamaan kain, sutta ini menunjukkan bahwa batin yang ternoda sulit menerima warna yang indah. Bila noda dilepaskan, keyakinan dan kejernihan dapat berkembang dengan alami.
Guru yang menggunakan perumpamaan sederhana agar para pendengar memahami hubungan antara batin dan latihan.
Tempat ajaran diberikan kepada para bhikkhu dengan bahasa perumpamaan yang dekat dengan hidup sehari-hari.
Seperti kain kotor sulit diwarnai, batin yang dipenuhi noda sulit menerima kebaikan secara utuh.
mn7:19.1 Pada saat itu, brahmana Sundarikabhāradvāja sedang duduk tidak jauh dari Bhagavā.
mn7:19.2 Kemudian brahmana Sundarikabhāradvāja berkata kepada Bhagavā:
mn7:19.3 “Tetapi apakah Yang Mulia Gotama pergi ke Sungai Bāhukā untuk mandi?”
mn7:19.4 “Brahmana, apa gunanya pergi ke Sungai Bāhukā?
mn7:19.5 Apa yang dapat dilakukan Sungai Bāhukā?”
mn7:19.6 “Sungguh, Yang Mulia Gotama, sungai Bāhukā dianggap suci oleh banyak orang, dianggap membawa jasa oleh banyak orang, dan banyak orang membasuh perbuatan buruk mereka di sungai Bāhukā.”