Buddha
Guru yang menggunakan perumpamaan sederhana agar para pendengar memahami hubungan antara batin dan latihan.
Khotbah tentang Perumpamaan Kain
Dengan perumpamaan kain, sutta ini menunjukkan bahwa batin yang ternoda sulit menerima warna yang indah. Bila noda dilepaskan, keyakinan dan kejernihan dapat berkembang dengan alami.
Guru yang menggunakan perumpamaan sederhana agar para pendengar memahami hubungan antara batin dan latihan.
Tempat ajaran diberikan kepada para bhikkhu dengan bahasa perumpamaan yang dekat dengan hidup sehari-hari.
Seperti kain kotor sulit diwarnai, batin yang dipenuhi noda sulit menerima kebaikan secara utuh.
mn7:18.1 Dengan mengetahui dan melihat demikian, pikirannya terbebas dari noda keinginan indrawi, noda keinginan untuk terlahir kembali, dan noda ketidaktahuan.
mn7:18.2 Ketika terbebas, timbul pengetahuan: ‘Telah terbebas.’
mn7:18.3 Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’
mn7:18.4 Ini disebut, para bhikkhu:
mn7:18.5 ‘seorang bhikkhu yang telah mandi dengan mandi batin.’”