Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
SEBELUM MEMBACA
Kenali dunia dalam sutta ini
Berkenalan sebentar dengan kisah, tokoh, dan tempatnya agar sutta yang kamu baca lebih mudah dibayangkan.
SEKILAS SUTTA
Bukan sekadar tenang sesaat, tetapi berkembang sepenuhnya
Dalam percakapan singkat dengan Sakuludayi, Buddha menjelaskan bahwa pelatihan para murid tidak berhenti pada ketenangan sementara. Jalan ini menata tubuh dan batin secara bertahap hingga menghasilkan pengenalan yang mendalam dan pembebasan.
Sutta ini terasa ringkas, tetapi arahnya jelas: ketenangan harus berujung pada pemahaman.
Ketika pikiran mereka telah terkonsentrasi demikian—bersih, jernih, tanpa cela, terbebas dari kekotoran, lunak, siap bekerja, kokoh, dan mencapai ketidakgoyahan—mereka mengarahkan pikiran itu menuju pengetahuan tentang kematian dan kelahiran kembali makhluk-makhluk.
Dengan mata dewa yang murni dan melampaui penglihatan manusia, mereka melihat makhluk-makhluk meninggal dunia dan terlahir kembali—yang hina dan yang mulia, yang cantik dan yang buruk, yang bertujuan baik atau yang bertujuan buruk. Mereka memahami bagaimana makhluk-makhluk terlahir kembali sesuai dengan perbuatan mereka.