Ketika pikirannya terkonsentrasi demikian—murni, bersinar, tanpa cela, terbebas dari kekotoran, lunak, lentur, stabil, dan mencapai ketidakbergetaran—ia mengarahkannya menuju pengetahuan tentang mengingat kehidupan-kehidupan lampau.
Ia mengingat berbagai kehidupan lampau, yaitu: satu kelahiran, dua kelahiran … demikianlah ia mengingat berbagai kehidupan lampau beserta ciri-ciri dan detailnya.