“Acchidaṁ bhagavā kathaṁ, acchidaṁ sugato kathan”ti.
“Sang Bhagavā telah memutus pembicaraan ini! Yang Sempurna telah memutus pembicaraan ini!”
Khotbah Pendek kepada Sakuludāyī
“Acchidaṁ bhagavā kathaṁ, acchidaṁ sugato kathan”ti.
“Sang Bhagavā telah memutus pembicaraan ini! Yang Sempurna telah memutus pembicaraan ini!”
“Kiṁ pana tvaṁ, udāyi, vadesi:
“Tetapi Udāyī, mengapa engkau berkata demikian:
‘acchidaṁ bhagavā kathaṁ, acchidaṁ sugato kathan’”ti?
‘Sang Bhagavā telah memutus pembicaraan ini! Yang Sempurna telah memutus pembicaraan ini’?”
“Amhākaṁ, bhante, sake ācariyake evaṁ hoti:
“Yang Mulia, dalam ajaran kami sendiri terdapat keyakinan demikian:
‘atthi ekantasukho loko, atthi ākāravatī paṭipadā ekantasukhassa lokassa sacchikiriyāyā’ti.
‘Ada dunia yang kebahagiaannya mutlak, dan ada jalan praktik yang lengkap untuk merealisasi dunia yang kebahagiaannya mutlak.’
Te mayaṁ, bhante, bhagavatā sake ācariyake samanuyuñjiyamānā samanuggāhiyamānā samanubhāsiyamānā rittā tucchā aparaddhā”ti.
Tetapi ketika kami, Yang Mulia, ditanya, diperiksa, dan diuji oleh Bhagavā mengenai ajaran kami sendiri, ternyata kami kosong, hampa, dan keliru.”
“Kiṁ pana, bhante, atthi ekantasukho loko, atthi ākāravatī paṭipadā ekantasukhassa lokassa sacchikiriyāyā”ti?
“Tetapi, Bhante, apakah ada dunia yang kebahagiaannya mutlak? Dan apakah ada praktik yang berdasar untuk merealisasikan dunia yang kebahagiaannya mutlak itu?”