
Buddha
Guru yang mengalihkan perdebatan menuju pengalaman latihan yang nyata.
Khotbah Pendek kepada Sakuludāyī
Sakuludāyī menantang Buddha menjelaskan masa lalu, masa depan, dan kebahagiaan tertinggi. Buddha mengarahkannya dari spekulasi menuju latihan bertahap yang dapat diketahui sendiri. Inilah Cūḷasakuludāyi Sutta.

Guru yang mengalihkan perdebatan menuju pengalaman latihan yang nyata.
Pengembara yang tertarik tetapi masih terikat pada kelompok dan gurunya.
Taman Suaka Merak tempat dialog berlangsung.
Jalan Buddha bergerak dari sila dan ketenangan menuju pengetahuan langsung, bukan berhenti pada cerita atau dugaan tentang yang belum dialami.
mn79:46.1 Ketika ia berkata demikian, para pengikut pengembara Sakuludāyī berkata kepadanya:
mn79:46.2 “Janganlah Yang Mulia Udāyī menjalani kehidupan suci di bawah Petapa Gotama.
mn79:46.3 Janganlah Yang Mulia Udāyī, yang telah menjadi guru, kini hidup sebagai murid.
mn79:46.4 Seperti halnya sebuah kendi air yang berubah menjadi gayung air, demikianlah kiranya yang akan terjadi pada Yang Mulia Udāyī.
mn79:46.5 Janganlah Yang Mulia Udāyī menjalani kehidupan suci di bawah Petapa Gotama.
mn79:46.6 Janganlah Yang Mulia Udāyī, yang telah menjadi guru, kini hidup sebagai murid.”
mn79:46.7 Demikianlah para pengikut pengembara Sakuludāyī menghalangi Sakuludāyī untuk menjalani kehidupan suci di bawah Bhagavā.
mn79:46.8 Selesailah Cūḷasakuludāyisutta, yang kesembilan.
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.