
Ānanda
Murid Buddha yang menguraikan cara menilai guru dan jalan spiritual.
Sandaka Sutta
Ānanda menemui kelompok pengembara Sandaka dan menjelaskan empat jalan hidup yang tidak memuaskan serta empat jenis kehidupan suci yang tidak dapat diandalkan. Ia lalu menunjukkan latihan Buddha yang menghasilkan pengetahuan langsung. Inilah Sandaka Sutta.

Murid Buddha yang menguraikan cara menilai guru dan jalan spiritual.
Pemimpin kelompok pengembara yang mendengarkan penjelasan Ānanda.
Kota tempat Ānanda mengunjungi kelompok Sandaka.
Ajaran dinilai bukan dari klaim besar, melainkan dari apakah latihan itu membawa etika, pengetahuan langsung, dan kebebasan yang dapat dibuktikan.
Tassa evaṁ jānato evaṁ passato kāmāsavāpi cittaṁ vimuccati, bhavāsavāpi cittaṁ vimuccati, avijjāsavāpi cittaṁ vimuccati.
Bagi ia yang mengetahui dan melihat demikian, batinnya terbebas dari noda-noda keinginan indrawi, terbebas dari noda-noda keinginan untuk terlahir kembali, dan terbebas dari noda-noda ketidaktahuan.
Vimuttasmiṁ vimuttamiti ñāṇaṁ hoti.
Ketika terbebas, muncullah pengetahuan: 'Telah terbebas.'
‘Khīṇā jāti, vusitaṁ brahmacariyaṁ, kataṁ karaṇīyaṁ, nāparaṁ itthattāyā’ti pajānāti.
Ia memahami: 'Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.'
Yasmiṁ kho, sandaka, satthari sāvako evarūpaṁ uḷāravisesaṁ adhigacchati tattha viññū puriso sasakkaṁ brahmacariyaṁ vaseyya, vasanto ca ārādheyya ñāyaṁ dhammaṁ kusalan”ti.
Sandaka, ketika seorang siswa mencapai pencapaian luar biasa yang demikian dengan seorang guru, maka orang bijaksana akan menjalani kehidupan suci bersama guru itu dengan segenap kemampuannya, dan dengan menjalaninya, ia akan mencapai kebenaran yang sesuai dengan Dhamma yang terampil.”
Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.