mn76:25.1 Dalam hal ini, Sandaka, seorang bijaksana merenungkan sebagai berikut:
BAGIAN 25
mn76:25.2 ‘Guru ini mengandalkan tradisi lisan dan menganggap tradisi lisan sebagai kebenaran. Ia mengajarkan Dhamma berdasarkan tradisi lisan, berdasarkan warisan turun-temurun, berdasarkan otoritas kitab suci.
mn76:25.3 Tetapi bagi seorang guru yang mengandalkan tradisi lisan dan menganggap tradisi lisan sebagai kebenaran, ada yang terdengar baik, ada yang terdengar buruk, ada yang demikian, ada yang sebaliknya.’
mn76:25.4 ‘Kehidupan suci ini tidak dapat diandalkan.’
mn76:25.5 Setelah mengetahui hal ini, ia merasa jijik terhadap kehidupan suci itu dan meninggalkannya.