mn76:17.1 Mengenai hal ini, Sandaka, seorang yang bijaksana merenungkan sebagai berikut:
mn76:17.2 ‘Guru yang mulia ini memiliki ajaran dan pandangan demikian—
mn76:17.3 Tujuh unsur ini tidak diciptakan, tidak dibuat, tidak dimunculkan, tidak dibentuk, mandul, kokoh, dan tegak seperti tiang.
mn76:17.4 Unsur-unsur itu tidak bergerak, tidak berubah, dan tidak saling mengganggu.
mn76:17.5 Tidak mampu memberikan kebahagiaan, penderitaan, atau kebahagiaan dan penderitaan satu sama lain.
mn76:17.6 Apakah tujuh unsur itu?
mn76:17.7 Unsur tanah, unsur air, unsur api, unsur angin, kebahagiaan, penderitaan, dan jiwa sebagai yang ketujuh—
mn76:17.8 ketujuh unsur ini tidak diciptakan, tidak dibuat, tidak dibentuk, tidak dibangun, mandul, kokoh, dan tegak seperti pilar.
mn76:17.9 Unsur-unsur itu tidak bergerak, tidak berubah, tidak saling mengganggu satu sama lain.
mn76:17.10 Tidak ada yang mampu memberikan kebahagiaan, penderitaan, atau kebahagiaan dan penderitaan kepada sesamanya.
mn76:17.11 Di sini tidak ada pembunuh, penyuruh bunuh, pendengar, penyuruh dengar, yang mengetahui, atau yang menyuruh mengetahui.
mn76:17.12 Bahkan jika seseorang memotong kepala orang lain dengan pedang tajam, tidak ada seorang pun yang merampas kehidupan siapa pun.
mn76:17.13 Hanya di antara tujuh unsur tubuh inilah pedang itu masuk melalui celah.
mn76:17.14 Dan terdapat empat belas ratus ribu jenis kelahiran, enam puluh ratus, enam ratus, lima ratus jenis perbuatan, lima jenis perbuatan, tiga jenis perbuatan, perbuatan penuh dan perbuatan setengah, enam puluh dua cara praktik, enam puluh dua periode antar dunia, enam kelas kelahiran, delapan tahap manusia, empat puluh sembilan ratus kehidupan para pengikut Ājīvaka, empat puluh sembilan ratus kehidupan para pengembara, empat puluh sembilan ratus kediaman nāga, dua puluh ratus indriya, tiga puluh ratus neraka, tiga puluh enam unsur debu, tujuh rahim dengan kesadaran, tujuh rahim tanpa kesadaran, tujuh rahim tanpa simpul, tujuh dewa, tujuh manusia, tujuh hantu, tujuh danau, tujuh jurang, tujuh ratus jurang, tujuh mimpi, tujuh ratus mimpi, delapan puluh empat ratus ribu kappa besar, yang setelah berlalu dan mengembara, baik yang bodoh maupun yang bijaksana akan mengakhiri penderitaan.
mn76:17.15 Di sini tidak ada keyakinan bahwa: ‘Dengan moralitas ini, atau dengan praktik pertapaan ini, atau dengan kehidupan suci ini, aku akan mematangkan karma yang belum matang, atau dengan menyentuh demi menyentuh karma yang telah matang, aku akan mengakhirinya.’ Demikian pula, tidak ada kebahagiaan dan penderitaan yang terukur dalam takaran, dengan batas yang ditentukan dalam saṁsāra; tidak ada penurunan atau peningkatan, tidak ada kemajuan atau kemunduran.
mn76:17.16 Bagaikan seutas benang yang dilemparkan akan terurai dan menggelinding hingga habis,
mn76:17.17 demikian pula, setelah mengembara dan bertransmigrasi, baik yang bodoh maupun yang bijaksana akan mengakhiri penderitaan.’
mn76:17.18 Tetapi jika apa yang dikatakan oleh guru yang mulia ini adalah benar, maka aku yang belum mencapai ini telah melakukan apa yang belum dilakukan, dan aku yang belum menyelesaikan ini telah menyelesaikannya.
mn76:17.19 Kami berdua di sini adalah setara, telah mencapai kesamaan dalam kehidupan pertapaan, sementara aku tidak mengatakan bahwa ‘setelah mengembara dan bertransmigrasi, kami berdua akan mengakhiri penderitaan.’
mn76:17.20 Akan tetapi, berlebih-lebihan bagi guru ini untuk bertelanjang, menggundul kepala, bertekun dalam berjongkok, dan mencabut rambut serta janggut. Sebab aku sendiri hidup berumah tangga bersama anak-anakku, menggunakan cendana dari Kāsi, mengenakan untaian bunga, wewangian, dan kosmetik, serta menerima emas dan perak. Namun aku akan memiliki nasib yang sama persis dengan guru ini di kehidupan mendatang.
mn76:17.21 Dengan mengetahui apa, dengan melihat apa, aku akan menjalani kehidupan suci di bawah guru ini?
mn76:17.22 'Ini adalah kehidupan yang bertentangan dengan kehidupan suci'—
mn76:17.23 setelah memahami hal ini, ia merasa jijik terhadap kehidupan suci itu dan pergi meninggalkannya.