Misalkan, Māgaṇḍiya, ada seorang perumah tangga atau putra perumah tangga yang kaya, berharta banyak, dan berkekayaan melimpah, yang bersenang-senang, dilengkapi dan dipenuhi dengan lima jenis kenikmatan indria. Yaitu, bentuk-bentuk yang dikenali oleh mata …
Setelah berperilaku baik melalui tubuh, ucapan, dan pikiran, ketika tubuhnya hancur, setelah kematian, ia akan terlahir kembali di alam yang baik, alam surga, bersama dengan para dewa Tāvatiṁsa.
Di sana ia bersenang-senang di Taman Kegembiraan, ditemani oleh sekelompok bidadari, dilengkapi dan dipenuhi dengan lima jenis kenikmatan indria surgawi.
Kemudian ia melihat seorang perumah tangga atau putra perumah tangga yang bersenang-senang, dilengkapi dan dipenuhi dengan lima jenis kenikmatan indria.
Bagaimana menurutmu, Māgaṇḍiya, apakah dewa itu—yang bersenang-senang di Taman Kegembiraan, ditemani oleh sekelompok bidadari, dilengkapi dan dipenuhi dengan lima jenis kenikmatan indria surgawi—akan iri pada perumah tangga atau putra perumah tangga itu akan lima jenis kenikmatan indria manusiawi mereka, atau kembali pada kenikmatan indria manusiawi?”